Penyuap Bupati Bengkayang Dijebloskan ke Bui

    Candra Yuri Nuralam - 12 Maret 2020 18:42 WIB
    Penyuap Bupati Bengkayang Dijebloskan ke Bui
    Tersangka kasus suap proyek di Pemkab Bengkayang, Nelly Margaretha, keluar usai pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 22 November 2019. MI/Adam Dwi
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi penyuap Bupati nonaktif Bengkayang, Kalimantan Barat, Suryadman Gidot, Nely Margaretha. Dia akan mendekam di Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu, Jakarta.

    "Pidana penjara selama satu tahun enam bulan, serta pidana denda sebesar Rp50 juta subsider dua bulan kurungan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, 12 Maret 2020.

    Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebelumnya memvonis Nelly Margaretha 1,5 tahun penjara. Nelly menyuap Suryadman dengan mentransfer Rp60 juta ke staf honorer Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkayang, Fitri Julihardi. Fulus itu diberikan agar mendapatkan paket pekerjaan pengadaan langsung (PL) di Dinas PUPR.

    Baca: Penyuap Bupati Bengkayang Divonis 1,5 Tahun Penjara

    Nely dieksekusi usai terbukti memberikan suap untuk mendapatkan paket pekerjaan pengadaan langsung (PL) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Dia bakal mendekam di Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu terhitung sejak, Rabu 11 Maret 2020.

    Kasus ini berawal ketika Suryadman meminta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkayang, Aleksius, dan Kepala Dinas Pendidikan Agustinus Yan menyiapkan uang masing-masing Rp500 juta paling lambat Selasa, 3 September 2019. Uang itu dikumpulkan dengan menawarkan paket proyek untuk pengusaha. 

    Dengan cara ini, uang dapat dikumpulkan dari kontraktor atau pengusaha. Aleksius kemudian menghubungi beberapa pengusaha untuk menawarkan paket PL Dinas PUPR tahun anggaran 2019 dengan kompensasi 10 persen dari nilai paket pekerjaan.   

    Pada Minggu, 1 September 2019, Nelly ditawari paket pekerjaan dengan memberikan uang di muka. Nelly menerima penawaran itu hingga mengambil tiga paket pekerjaan. Dia bersedia memberikan Rp60 juta kepada Suryadman melalui Fitri.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id