MAKI Beberkan Wujud Vila Nurhadi di Bogor

    Candra Yuri Nuralam - 11 Maret 2020 10:14 WIB
    MAKI Beberkan Wujud Vila Nurhadi di Bogor
    Vila mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Foto: Istimewa
    Jakarta: Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) membeberkan wujud vila mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Vila itu digerebek penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin, 9 Maret 2020.

    "Vila itu salah satu data aset yang pernah aku kasih ke KPK," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Rabu, 11 Maret 2020.

    Menurut dia, vila itu berlokasi di Desa Sukamanah, kawasan Puncak. Rumah peristirahatan itu berdiri di dekat Pusat Pendidikan dan Latihan MA.

    "Luasnya vilanya sekitar 1,1 hektare," ujar Boyamin.

    Berdasarkan foto yang dibagikan Boyamin, desain vila itu mirip pendopo. Material vila dominasi kayu dengan tembok kaca di beberapa sisinya.

    Untuk masuk ke bangunan vila, pengunjung harus menaiki tangga. Di depan bangunan vila, ada kolam renang. Dari vila ini, penghuni bisa menikmati pemandangan pegunungan yang masih asri. 

    MAKI Beberkan Wujud Vila Nurhadi di Bogor
    Penampakan vila mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Foto: Istimewa

    Namun, kata dia, Nurhadi sudah kabur dari Bogor ke Jakarta. Dia yakin Nurhadi ada di apartemen di bilangan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta Selatan. 

    "Kami berharap KPK segera geledah apartemen-apartemen yang diduga milik Nurhadi di kawasan SCBD dan Jalan Senopati Senayan, yang alamatnya telah Kami berikan secara rinci kepada KPK pada Senin, 9 Maret 2020," tutur Boyamin.

    Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri memastikan vila ini milik Nurhadi. Dia juga mengamini vila itu yang digeledah penyidik dua hari lalu.

    MAKI Beberkan Wujud Vila Nurhadi di Bogor
    Kolam renang dengan pemandangan gunung di vila mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Foto: Istimewa

    KPK menetapkan tiga tersangka terkait kasus suap di MA, yakni eks Sekretaris MA Nurhadi; Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto; dan menantu Nurhadi, Rezky Herbiono. Ketiga tersangka ini masih buron. 
     
    Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Hiendra melalui Rezky. Suap ditujukan agar Hiendra memenangkan perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.
     
    Baca: Menakar Peluang Peradilan Tanpa Terdakwa di Kasus Nurhadi

    Pada kasus gratifikasi, Nurhadi diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi ini diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi, PK, serta permohonan perwalian.
     
    Sebagai penerima, Nurhadi dan Rezky disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
     
    Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tipikor sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id