KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Korupsi Hong Artha

    Kautsar Widya Prabowo - 25 September 2020 01:57 WIB
    KPK Rampungkan Penyidikan Kasus Korupsi Hong Artha
    Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Artha John Alfred. Antara Foto/M Risyal Hidayat
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung menyelediki kasus yang menjerat Direktur dan Komisaris PT Sharleen Raya (JECO Group), Hong Artha John Alfred. Dakwaan untuk tersangka kasus dugaan korupsi proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Tahun Anggaran 2016 itu segera disusun.

    "Penyidik KPK melaksanakan pelimpahan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum," ujar Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPk Ali Fikri dalam keterangan tertulis, Kamis, 24 September 2020.

    Baca: Hong Artha Dicecar Soal Guyur Uang Terkait Proyek PUPR

    Sebanyak 67 saksi diperiksa sepanjang penyidikan kasus rasuah yang menjerat Hong Artha. JPU akan menahan Hong Artha selama 20 hari, sejak 24 September 2020 hingga 13 Oktober 2020. Ia ditahan di Rutan KPK Gedung Merah Putih selama jaksa menyusun dakwaan.

    JPU memiliki waktu 14 hari untuk melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Hong Artha bakal menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    Hong Artha diduga memberikan uang kepada sejumlah pihak terkait proyek di lingkungan Kementerian PUPR. Fulus sebesar Rp10,6 miliar itu diberikan kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara Amran Hi Mustary pada 2015.

    Mantan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti turut menerima fulus sebesar Rp1 miliar. Dalam perkara ini, Amran telah berstatus terpidana dan divonis enam tahun penjara. Damayanti dibui empat tahun lima bulan.

    Hong Artha disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id