Novel Sebut Izin Penyadapan Berpotensi Sebabkan Bukti Hilang

    Antara - 24 September 2020 05:38 WIB
    Novel Sebut Izin Penyadapan Berpotensi Sebabkan Bukti Hilang
    Penyidik KPK Novel Baswedan di lobi Gedung KPK, Rasuna Said, Jakarta. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyebut proses permohonan izin penyadapan berpotensi menghilangkan bukti tindak pidana korupsi. Hal itu terjadi bila izin penyadapan lama diberikan.

    Hal itu diungkapkan Novel dalam uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK secara virtual. Novel mengatakan kini permintaan izin penyadapan harus melalui pejabat struktural, pimpinan KPK, kemudian Dewan Pengawas (Dewas) disertai penjelasan.

    "Dalam beberapa kasus respons tidak dilakukan dengan segera, maka potensi mendapatkan bukti menjadi hilang. Ini yang menjadi persoalan dalam proses penyadapan," ujar Novel di Jakarta, Rabu, 23 September 2020.

    Menurut dia, KPK banyak mendapat masukan dan informasi dari masyarakat terkait tindak pidana korupsi yang sedang ditangani maupun dalam pemantauan. Untuk itu, penting informasi yang didapat segera direspons.

    Untuk bukti-bukti yang diperlukan cepat itu, kata dia, menjadi terhambat dengan adanya Dewas yang memberikan persetujuan atau penolakan permohonan izin penyadapan terlebih dulu. Padahal sebelumnya, proses penyadapan di KPK dilakukan sesuai standar, fokus objek ditetapkan dalam surat perintah serta diaudit secara berkala.

    Baca: Ketua Wadah Pegawai KPK Diberi Sanksi SP1

    Senada, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan izin penggeledahan dan penyitaan dalam kondisi mendesak belum diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 2019. Sebelum revisi UU, ia menuturkan penggeledahan cukup persetujuan deputi atau direktur sehingga lebih cepat dilakukan.

    "Kalau masih harus persetujuan Dewas ini bagi kami sendiri itu juga rasanya kurang pas," kata Alexander.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id