Klinik Kecantikan Ilegal Zevmine Skin Care Sudah Beroperasi 4 Tahun

    Siti Yona Hukmana - 24 Februari 2021 08:57 WIB
    Klinik Kecantikan Ilegal Zevmine Skin Care Sudah Beroperasi 4 Tahun
    Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Yurike Budiman



    Jakarta: Polisi terus mengusut klinik kecantikan ilegal, Zevmine Skin Care, di Jakarta Timur (Jaktim). Jasa perawatan kecantikan abal-abal itu telah beroperasi sejak 2017.

    "Sekitar empat tahun berdiri di salah satu ruko lantai 2 di daerah TB. Simatupang, Kecamatan Ciracas, Jaktim," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 24 Februari 2021.




    Klinik kecantikan ilegal itu terendus polisi dari laporan masyarakat. Kemudian, polisi wanita (polwan) melakukan penyamaran dengan berpura-pura ingin suntik botoks.

    Polwan langsung melakukan penggerebekan saat menemukan bukti-bukti klinik tidak berizin. Penjaja jasa perawatan kecantikan ilegal, SW alias Y, ditangkap.

    "Dia adalah pemilik klinik, dia juga yang melakukan praktik dokter kecantikan," ungkap Yusri.

    Yusri mengungkapkan SW juga melayani jasa kecantikan panggilan. Dia diminta datang ke daerah-daerah.

    "Bahkan mendatangi bukan cuma di Jakarta saja sampai ke Aceh, tapi lebih sering daerah Bandung, Jawa Barat," ujar Yusri.

    SW ditangkap di klinik kecantikan di Lantai 2 Ruko Zam-Zam, Jalan Baru TB Simatupang, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, Minggu, 14 Februari 2021. SW tidak memiliki izin praktik dokter mandiri. Kliniknya juga tidak terdaftar di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
     
    SW mencari konsumen melalui media sosial Instagram. Tarif tindakan kecantikan mulai Rp2,5 juta-Rp9,5 juta untuk suntik botoks hingga tanam benang. Dia mengantongi omzet ratusan juta per bulan dengan membuka klinik abal-abal tersebut.
     
    SW sudah ditahan di Polda Metro Jaya. Dia dijerat Pasal 77 jo Pasal 73 ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. SW terancam pidana lima tahun penjara atau denda Rp150 juta.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id