Mantan Dirut BTN Jadi Tersangka Gratifikasi

    Media Indonesia.com - 06 Oktober 2020 21:22 WIB
    Mantan Dirut BTN Jadi Tersangka Gratifikasi
    Ilustrasi Kejaksaan Agung. Dok. Media Indonesia
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Eks Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono sebagai tersangka. Dia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi berupa uang.

    Penyidik juga menetapkan Direktur PT Pelangi Putera Mandiri Yunan Anwar sebagai tersangka. Maryono diduga menerima gratifikasi dari Yunan senilai Rp2,275 miliar.

    Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menyebut kasus ini terjadi sekitar 2014, saat PT Pelangi Putera Mandiri mengajukan kredit sebesar Rp117 miliar. Saat ini, kredit tersebut dalam kondisi macet.

    "Dan ternyata kredit ini bermasalah, sudah mengalami kolektibilitas 5," kata Hari di Gedung Kejagung, Selasa, 6 Oktober 2020.

    Menurut Hari, uang suap itu ditransfer melalui rekekening menantu Maryono, yakni Widi Kusuma Purwanto. Penyidik akan melakukan pengembangan terhadap temuan tersebut.

    "Tentu nanti ke depan penyidik akan mengembangkan itu, yang jelas hari ini dua orang tersangka yang ditetapkan," tegasnya.

    Baca: Kadis PUPR Lampung Selatan Jadi Tersangka Gratifikasi

    Maryono dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 5 Ayat (2) jo ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dibuah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

    Sedangkan Yunan dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Keduanya langsung ditahan di Rumah Tahanan Guntur.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id