5 Fakta Menarik Kongkalikong Dugaan Korupsi Bansos di Kemensos

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Desember 2020 08:41 WIB
    5 Fakta Menarik Kongkalikong Dugaan Korupsi Bansos di Kemensos
    Barang bukti OTT KPK dalam kasus dugaan korupsi dana bansos di Kemensos. Foto: Dok KPK
    Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara (JPB) harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan bantuan sosial (bansos) covid-19 di wilayah  Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020. Juliari ditetapkan bersama empat tersangka lainnya.

    Keempat tersangka itu yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta pihak swasta Ardian IM (AIM) dan Harry Sidabuke (HS). Mereka akan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena terlibat pemberian maupun menerima uang haram dalam dua periode pengadaan bansos sembako di Kemensos.

    Medcom.id merangkum fakta menarik dari rangkaian kronologi dan konstruksi perkara yang diumumkan KPK, Minggu dini hari, 6 Desember 2020. Berikut kelima fakta itu:

    1. Mensos diduga dijanjikan Rp17 miliar


    Juliari diduga dijanjikan menerima uang Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Pada periode pertama, dia diduga menerima sekitar Rp8,2 miliar.

    "Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh MJS kepada JPB melalui AW dengan nilai sekitar Rp8,2 miliar," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Penunjang KPK, Jakarta Selatan.

    Baca: Total Uang Korupsi untuk Mensos Juliari Diduga Capai Rp17 Miliar

    Pada periode kedua paket pengadaan bansos sembako, Juliari diduga bakal kecipratan uang Rp8,8 miliar. Total selama dua periode pengadaan bansos sembako, Juliari mendapatkan Rp17 miliar. 

    "(Uang) diduga akan dipergunakan untuk keperluan JPB," ucap Firli.

    2. Satu paket sembako dikorupsi Rp10 ribu


    KPK menduga ada kesepakatan fee tiap satu paket bansos sembako sebesar Rp10 ribu. Satu paket bansos sembako untuk masyarakat berharga Rp300 ribu.

    Kesepakatan fee itu diatur Matheus dan Adi Wahyono. Dalam pengadaan bansos sembako, Kemensos bekerja sama dengan beberapa perusahaan rekanan.

    Salah satu perusahaan yang bekerja sama di periode pertama yakni PT Rajawali Parama Indonesia (RPI). Tersangka Ardian dan Harry merupakan pemasok sembako dari PT RPI.
     

    Halaman Selanjutnya
      3. Koper hingga amplop…


    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id