comscore

Seluruh Berkas Perkara Petinggi KAMI Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan

Siti Yona Hukmana - 11 Desember 2020 16:19 WIB
Seluruh Berkas Perkara Petinggi KAMI Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono. Foto: MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Jakarta: Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri merampungkan berkas perkara tersangka petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Medan dan Jakarta. Seluruh berkas kasus dugaan penghasutan demo penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang berakhir ricuh itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Jadi ada 12 tersangka, kemudian menjadi 11 berkas," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 11 Desember 2020.
Pertama, kata Argo, berkas Ketua KAMI Medan Khairi Amri dinyatakan lengkap pada Rabu, 2 Desember 2020. Bareskrim Polri telah melimpahkan tahap II atau pengiriman tersangka dan barang bukti pada Senin, 7 Desember 2020, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan.

"Sama seperti tersangka lainnya yang ditangkap di Medan, yakni Juliana, Novita Zahara, dan Wahyu Rasasi Putri, berkas P21 pada 2 Desember 2020, dan tahap II pada 7 Desember di Kejari medan," ujar Argo.

Selanjutnya, berkas dua petinggi KAMI di Jakarta, yakni Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat. Syahganda dikirim ke Kejaksaan pada Kamis, 3 Desember 2020, sedangkan Jumhur pada Kamis, 10 Desember 2020.

Sementara itu, berkas pertama tersangka Anton Permana sudah dikirimkan ke pihak Kejaksaan pada 16 November 2020 dan berkas kedua pada 30 November 2020. Polisi tengah menunggu apakah berkas dinyatakan P21 atau P19 (dikembalikan karena belum lengkap).

Baca: Dua Petinggi KAMI Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat Segera Disidang

Lalu, untuk tersangka Dedi Wahyudi berkas dikembalikan oleh Kejaksaan atau P19. Polisi telah melengkapi berkas itu dan sudah dikirimkan kembali pada 30 November 2020.

Sedangkan untuk berkas perkara tersangka Kingkin Anida dinyatakan lengkap pada 18 November 2020. Kingkin telah dikirim ke Kejaksaan pada 24 November 2020. Kemudian, tersangka Videlia Esmerela dinyatakan P21 pada 27 November 2020, dan dikirim ke Kejakaaan untuk menjalani persidangan pada 6 Desember 2020.

Argo mengatakan untuk Yazid, tersangka di bawah umur yang ditangani oleh Polda Kalimantan Barat telah dilakukan diversi. Kemudian, tersangka Edy Bahtiar berkasnya dinyatakan P21 pada 16 November 2020 dan sudah dikirim ke Kejaksaan.

Para tersangka dijerat Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU ITE.

Kemudian, Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP, Pasal 207 KUHP, Pasal 160 KUHP, Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2), dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Berita Bohong.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id