Berikan Pendapat, Hakim Minta Keterangan Ketua BPK Dicoret

    Fachri Audhia Hafiez - 31 Maret 2021 14:58 WIB
    Berikan Pendapat, Hakim Minta Keterangan Ketua BPK Dicoret
    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez



    Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) mengonfirmasi keterangan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman saat diperiksa di tingkat penyidikan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Agung diperiksa terkait dugaan korupsi yang menjerat mantan anggota BPK Rizal Djalil.

    Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), Agung menyebut Rizal kemungkinan kecil menerima gratifikasi. Penerimaan terkait proyek Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).






    "Saudara ada kalimat yang mengatakan 'Kecil kemungkinan Pak Rizal Djalil terlibat atau menerima gratifikasi'. Betul saudara mengatakan hal itu?," ujar salah satu JPU KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Maret 2021.

    Agung membenarkan keterangan tersebut. Ketua Majelis Hakim Albertus Usada meminta penegasan Agung terkait pernyataan tersebut apakah fakta atau pendapat.

    "Pendapat, tadi sudah saya sampaikan," jawab Agung yang diperiksa sebagai saksi meringankan untuk Rizal.

    (Baca: Eks Anggota BPK Rizal Djalil Didakwa Terima Suap Rp1,3 Miliar)

    Hakim Albertus menyebut keterangan itu mesti dikesampingkan. Sebab, tidak terkait dengan perkara.

    "Pendapat kesampingkan, dicoret dari berita acara," tegas Albertus.

    Dalam BAP, Agung mengaku baru mengetahui proyek SPAM dari media massa pada 2019. Proyek itu menjadi objek Auditorat Utama Keuangan Negara IV.

    Rizal Djalil didakwa menerima suap total Rp1,3 miliar. Suap berasal dari Komisaris PT Minarta Dutahutama Leonardo Jusminarta Prasetyo.

    Uang diberikan bertahap masing-masing SGD100 ribu (sekitar Rp1,067 miliar, kurus Rp10.678) dan US$20 ribu (sekitar Rp283,6 juta, kurs Rp14.184). Uang untuk memuluskan perusahaan milik Leonardo menjadi pelaksana proyek di Direktorat Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR.

    Proyek itu berupa Pembangunan Jaringan Distribusi Utama Sistem Penyediaan Air Minum Ibukota Kecamatan (JDU SPAM IKK) Hongaria Paket 2. Leonardo memanfaatkan kapasitas Rizal Djalil sebagai anggota IV BPK untuk menggarap proyek itu.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id