Nonaktifkan Pegawai, Pimpinan KPK Diminta Memahami Putusan MK

    Candra Yuri Nuralam - 12 Mei 2021 03:39 WIB
    Nonaktifkan Pegawai, Pimpinan KPK Diminta Memahami Putusan MK
    Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Harahap/Antara/Rivan Awal Lingga



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menonaktifkan 75 pegawai yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan. Wadah Pegawai (WP) KPK menilai keputusan itu tak sesuai.

    "Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) sudah jelas bahwa peralihan status tidak merugikan pegawai dan amanat revisi Undang-Undang KPK hanya alih status saja dari pegawai KPK jadi aparatur sipil negara (ASN)," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo Harahap kepada Medcom.id, Selasa, 11 Mei 2021.

     



    Yudi mengatakan MK dan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK tidak menyebut menyebut tentang menonaktifkan pegawai. Lembaga Antikorupsi dinilai bergerak sendiri dengan mengembalikan tugas pegawai ke pimpinan masing-masing.

    "Pegawai KPK tentu akan  melakukan konsolidasi untuk langkah yang akan kami ambil berikutnya," tegas Yudi.

    Baca: Novel Soal Penonaktifan Pegawai KPK: Sikap Kami Jelas Akan Melawan!

    Dia menyayangkan surat keputusan pimpinan yang membuat 75 pegawai tidak mendapatkan pekerjaan di kantor. KPK sebagai lembaga penegak hukum seharusnya patuh dengan MK dan undang-undang.

    Sebelumnya, beredar surat keputusan menonaktifkan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos dalam tes wawasan kebangsaan. Tugas 75 pegawai itu diserahkan ke pimpinan masing-masing.

    Penyidik KPK Novel Baswedan membenarkan surat itu. Novel menilai Ketua KPK Firli Bahuri sedang menzalimi karyawannya.

    "Menurut saya itu adalah tindakan Ketua KPK Firli Bahuri yang sewenang-wenang," kata Novel melalui keterangan tertulis, Selasa, 11 Mei 2021.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id