comscore

Jadi Tersangka, Ini Sederet Kontroversi Rahmat Effendi

MetroTV - 07 Januari 2022 03:01 WIB
Jadi Tersangka, Ini Sederet Kontroversi Rahmat Effendi
Sederet kontroversi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Foto: Dok/Metro TV
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sebagai tersangka kasus dugaan rasuah penerimaan hadiah atau janji terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan. Rahmat ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan ditetapkan sebagai tersangka. Berikut sederet daftar kontroversi-kontroversi Rahmat Effendi:

1. Pengadaan Karangan Bunga Senilai Rp1,1 Miliar
Sebelum diciduk oleh KPK, Rahmat Effendi membuat program dana fantastis untuk pembuatan karangan bunga senilai Rp1,1 miliar. Pengalokasian dana Rp1,1 miliar digunakan untuk pengadaan karangan bunga pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.

"Satu hari aja wali kota itu diundang oleh puluhan warga. Warga tidak minta secara khusus wali kota datang, dikirim bunga aja senangnya sudah luar biasa," ujar seorang warga dalam program Primetime News, Kamis, 6 Januari 2022.

2. Pesta Ultah Walkot di Tengah Pandemi

Pada Februari lalu, Ketua DPD Golkar ini juga sempat menjadi perbincangan publik karena mengadakan pesta ulang tahun. Pesta tersebut kemudian dibubarkan Satpol PP karena digelar di tengah lonjakan pandemi Covid-19.

3. Kafe Anak Walkot Tak Terapkan Prokes

Tak hanya itu, kafe milik anak Rahmat Effendi, “Omma Cafe” juga sempat disegel oleh Satgas Covid-19 karena tidak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi.

Saat ini, Rahmat Effendi menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. (Alifiah Nurul Rahmania)

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id