comscore

KPK Terima Rp86,6 Miliar Pemulihan Aset Kasus e-KTP dari AS

Theofilus Ifan Sucipto - 27 Juni 2022 17:10 WIB
KPK Terima Rp86,6 Miliar Pemulihan Aset Kasus e-KTP dari AS
Ketua KPK Firli Bahuri/Medcom.id/Susanto.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima USD5.956.356,78 atau Rp86,6 miliar dari lembaga Penegak Hukum Amerika Serikat (US Marshall). Uang tersebut dari pemulihan aset penanganan perkara tindak pidana korupsi KTP elektronik (e-KTP).

“Banyak hasil nyata implementasi kerja sama antara kedua negara, khususnya di bidang penindakan, dan salah satu wujudnya adalah penyelesaian perkara e-KTP,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin, 27 Juni 2022.
Firli mengatakan pemulihan aset itu bakal disetor ke kas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Dia berterima kasih kepada pemerintah AS yang membantu KPK menangani korupsi e-KTP.  

KPK menyambut baik program integritas kedua negara yang fokus pada praktik dan kebijakan peningkatan transparansi. Kemudian, penguatan kesadaran dan partisipasi publik dalam pemberantasan korupsi.

“KPK berharap hubungan baik KPK dan Pemerintah AS terus terbangun semakin erat untuk mewujudkan Indonesia dan membangun peradaban dunia yang bebas dari korupsi,” ujar dia.

Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Y Kim menyebut pengembalian aset itu membuktikan kemitraan yang sangat baik antara Indonesia dan AS. Khususnya, dalam memerangi praktik rasuan dan memastikan penegakan hukum transparan.
 

Baca: KPK Lelang Tanah dan Bangunan Eks Bupati Talaud Senilai Rp1,4 M


Menurut Kim, investigasi bersama antara KPK dan Biro Investigasi Federal (FBI) merupakan keberhasilan yang luar biasa dalam kasus e-KTP. Dia berharap dana Rp86 miliar itu dialokasikan untuk mendukung kegiatan antikorupsi.

“Indonesia dan AS merupakan dua negara demokrasi terbesar di dunia dan sudah sepatutnya menunjukan komitmen kepada dunia terkait pemberantasan korupsi,” tutur dia.

Selain Firli, kegiatan ini dihadiri Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan, Deputi Bidang Informasi dan Data KPK Mochamad Hadiyana, dan Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur R. Kemudian, Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto serta para pejabat struktural KPK lainnya.

Sementara itu, pihak AS dihadiri Sung Y. Kim, Legal Attach FBI Robert Lafferty, dan Supervisory Special Agent FBI John Pae. Sejumlah jajaran Lembaga Pembangunan Internasional AS (USAID) turut hadir.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id