Populer Nasional: 3 Anggota KKB Menyerahkan Diri Hingga Pimpinan KPK Dicurigai Mau Menghambat Penanganan Perkara

    Achmad Zulfikar Fazli - 17 Mei 2021 06:10 WIB
    Populer Nasional: 3 Anggota KKB Menyerahkan Diri Hingga Pimpinan KPK Dicurigai Mau Menghambat Penanganan Perkara
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Sebanyak tiga anggota kelompok Lekagak Telenggen menyerahkan diri. Mereka mendatangi Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) Yonif 715/MTL, Kampung Tanah Merah, Puncak, Papua, Sabtu, 15 Mei 2021.
     
    "Sebanyak tiga anggota KKB, yakni YAW, MM, dan OM yang merupakan anak buah Lekagak Telenggen telah menyerahkan diri, Sabtu," ujar Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suristiawa, melalui keterangan tertulis, Minggu, 16 Mei 2021.

    Dia mengungkapkan ketiganya memiliki peran berbeda. YAW terlibat dalam kontak tembak di Tembagapura pada periode 2017-2019. Dia bertugas sebagai pemantau aparat keamanan yang masuk ke Kampung Tigilobak.

     



    MM bertugas sebagai pencari logistik dan dana dari masyarakat. Sedangkan, OM sebagai pendamping saat YAW dan MM melaksanakan tugasnya.

    Baca: 3 Anggota Kelompok Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri

    Artikel soal penyerahan diri ketiga anggota KKB itu menjadi salah satu yang banyak dicari pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Artikel lain yang populer di Kanal Nasional Medcom.id, yakni soal nasib pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tak lolos tes wawasan kebangsaan dalam alih status menjadi aparatur sipil negara (ASN).

    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri menegaskan KPK belum memecat 75 pegawai yang gagal tes wawasan kebangsaan. Lembaga Antikorupsi mengeklaim hanya membebastugaskan mereka.
     
    "Belum ada keputusan apapun terkait pegawai yang tidak memenuhi syarat tersebut sampai kemudian nanti ada keputusan berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN)," kata Ali melalui keterangan tertulis, Minggu, 16 Mei 2021.

    Ali mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Kemenpan RB dan BKN untuk menentukan nasib 75 pegawai yang gagal tes wawasan kebangsaan. KPK menegaskan tidak bisa memecat orang sembarangan.

    "Untuk itu, tentu KPK akan mengambil keputusan yang terbaik sesuai aturan yang berlaku atas hasil tes wawasan kebangsaan dari BKN tersebut," tegas Ali.

    Baca: KPK Tegaskan 75 Pegawai yang Gagal TWK Belum Dipecat

    Masih seputar 75 pegawai KPK yang gagal tes wawasan kebangsaan, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai pimpinan KPK ingin menghambat penanganan kasus dari penonaktifan pegawai itu.

    "ICW meyakini motif di balik pemberhentian itu juga menyasar pada upaya pimpinan KPK untuk menghambat penanganan perkara besar yang sedang diusut," kata peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Sabtu, 15 Mei 2021.

    Kurnia mengatakan pengusutan perkara bisa berantakan dengan penonaktifan para pegawai. Pimpinan KPK dinilai sedang mengobrak-abrik Lembaga Antikorupsi.

    "Misi utama pimpinan KPK berhasil, yakni menyingkirkan puluhan pegawai KPK yang selama ini dikenal berintegritas dan memiliki rekam jejak panjang selama bekerja di institusi antirasuah itu," ujar Kurnia.

    Artikel soal KKB Lekagak Telenggen dan nasib 75 pegawai KPK akan terus diperbarui. Klik di sini untuk mengetahui perkembangan informasinya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id