Cari Tersangka Baru, Kejagung Periksa 8 Saksi Terkait Kasus ASABRI

    Achmad Zulfikar Fazli - 26 Februari 2021 11:51 WIB
    Cari Tersangka Baru, Kejagung Periksa 8 Saksi Terkait Kasus ASABRI
    Kejaksaan Agung. Foto: MI



    Jakarta: Tim penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa delapan saksi terkait kasus dugaan korupsi pada PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Pemeriksaan ini untuk mencari tersangka lain dalam rasuah di perusahan pelat merah tersebut.

    "Mereka yang diperiksa sebagai saksi, tidak menutup kemungkinan dapat berubah statusnya sebagai tersangka. Tergantung bagaimana hasil pemeriksaan tim penyidik," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Leo Simanjuntak, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 26 Februari 2021.






    Para saksi yang diperiksa, yakni Komisaris Utama PT Bumi Sanurhasta Mitra Tbk atau mantan Komisaris PT Minna Padi Investama Sekuritas, ES; Direktur Waterfront Sekuritas Indonesia, BS, dan Direktur Trust Sekuritas, ZB. Kemudian, Direktur BNI Sekuritas JA; Direktur Yuanta Sekuritas Indonesia, LS; dan Direktur UOB Kay Hian Sekuritas, YFT.

    Kejagung juga memeriksa Direktur Valbury Sekuritas Indonesia, AP; dan pihak swasta, RN. RN merupakan pihak yang terafiliasi dengan tersangka sekaligus mantan Direktur Utama ASABRI, SW.

    Leo mengatakan penyidik masih terus menggali bukti-bukti serta dokumen yang diperoleh untuk menetapkan tersangka baru. "Jadi pemeriksaan para saksi itu sangat diperlukan untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," kata Leo.

    Leo mengatakan pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memerhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan covid-19. Yakni, menjaga jarak aman antara saksi yang diperiksa dengan penyidik, menggunakan alat pelindung diri dan masker, serta mencuci tangan pakai hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan.

    Sebelumnya, ratusan nasabah produk reksa dana Minna Padi dan Emco Aset Manajemen menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Mereka mengadu karena menjadi korban produk tersebut dengan kerugian mencapai sekitar Rp6 triliun. ASABRI juga diduga kuat membeli saham MINA dan PADI dalam jumlah besar lewat reksa dana yang dikelola para manajer investasi (MI).

    Baca: Kejagung Sita 18 Unit Apartemen South Hills Milik Benny Tjokrosaputro

    Kejagung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus rasuah yang menelan kerugian negara hingga Rp23,7 triliun ini. Mereka, yakni dua terpidana kasus dugaan korupsi Jiwasraya, Benny Tjokrosaputro (BTS) dan Heru Hidayat (HH).

    Tersangka lainnya ialah Direktur Utama (Dirut) ASABRI periode 2011-Maret 2016, Adam Rachmat Damiri (ARD); Dirut ASABRI periode Maret 2016-Juli 2020, Sonny Widjaja (SW); Dirut Keuangan ASABRI periode Oktober 2008-Juni 2014, BE; dan Dirut ASABRI periode 2013-2014 dan 2015-2019, HS. Kemudian, Kepala Divisi Investasi ASABRI periode Juli 2012-Januari 2017, Ilham W Siregar (IWS); Dirut PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi (LP); dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship, Jimmy Sutopo (JS).

    Para tersangka dijerat Primer Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    Subsider Pasal 3 jo Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

    Tersangka Jimmy dikenakan pasal berlapis. Dia satu-satunya tersangka yang sudah dikenakan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id