Korlap Aksi 1812 Diduga Melanggar 6 Pasal

    Siti Yona Hukmana - 07 Januari 2021 10:04 WIB
    Korlap Aksi 1812 Diduga Melanggar 6 Pasal
    Ilustrasi pengumpulan bukti. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Koordinator lapangan (korlap) dan penanggung jawab aksi 1812, Rizal Kobar (RK), bersama wakil korlap aksi, Asep Syaripudin (AS), kembali diperiksa polisi pada Rabu, 6 Januari 2021. Rizal diduga melanggar enam pasal atas penyelenggaraan kegiatan di tengah pandemi covid-19.

    "Bang Rizal ini kan korlap ya, statusnya masih saksi diduga terlibat dalam dugaan enam pasal," kata Kuasa Hukum Rizal, Andianto saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021.

    Andianto memerinci keenam pasal tersebut. Di antaranya, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuan Undang-Undang dan Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-Undang.

    Kemudian, Pasal 169 KUHP tentang Membuat Perkumpulan yang Dilarang oleh Aturan Umum; Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan; dan Pasal 56 KUHP tentang Membantu Melakukan Tindak Pidana. Rizal juga dikenakan Pasal 55 KUHP tentang Turut Melakukan Tindak Pidana.

    Andianto menyebut Rizal diperiksa di ruang terpisah dengan AS. Namun, materi pertanyaannya sama.

    "Karena Ustaz Asep (AS) wakil korlap ya. Materinya hampir sama terkait pendanaan, keributan segala macam, protokol kesehatan ya itu yang ditanyain," beber Andianto.

    Baca: Saksi Ahli Segera Dimintai Keterangan Terkait Aksi 1812

    Andianto tidak menyebut total pertanyaan yang dicecar penyidik kepada kedua korlap aksi tersebut. Dia hanya menyebut pemeriksaan kali ini lanjutan kegiatan penyidik pada Selasa, 5 Januari 2021.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut penyidik telah mengantongi alat bukti pelanggaran protokol kesehatan dalam aksi 1812. Bukti itu berupa video yang memperlihatkan kerumunan massa.

    "Kita bisa kenakan nanti Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan," kata Yusri kepada Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.

    Unjuk rasa bertajuk 1812 yang diikuti oleh organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam (FPI) bersama ormas lainnya berbuntut panjang. Aksi yang menuntut pengusutan atas penembakan enam eks laskar FPI serta Rizieq Shihab dibebaskan dinilai melanggar sejumlah aturan.

    Aksi itu dibubarkan polisi karena menimbulkan kerumunan massa. Peserta aksi yang menolak untuk dibubarkan sempat melakukan perlawanan. Namun, massa akhirnya membubarkan diri. Polisi menangkap 455 orang terkait aksi tersebut.

    Polda Metro Jaya menaikkan status kasus pidana dalam aksi 1812 ke penyidikan. Polisi tengah mencari dua alat bukti yang cukup untuk penetapan tersangka pelanggaran protokol kesehatan. Selain itu, tujuh peserta aksi ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan membawa senjata tajam hingga narkoba jenis ganja.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id