Pengamat: Negara Tak Boleh Dikalahkan Teroris

    Fachri Audhia Hafiez - 29 November 2020 08:59 WIB
    Pengamat: Negara Tak Boleh Dikalahkan Teroris
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Analis intelijen dan terorisme, Stanislaus Riyanta, menegaskan negara tak boleh kalah dari teroris. Pemerintah harus segera menindaklanjuti pembunuhan satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng).

    “Aksi yang dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ini harus segera ditangani dengan cepat,” kata Stanislaus dalam keterangan tertulis, Minggu, 29 November 2020.

    Stanislaus khawatir kelompok teroris memanfaatkan situasi jika negara terlambat hadir. Keselamatan masyarakat tak boleh dipertaruhkan.

    “Negara juga harus memastikan peristiwa ini (di Sulteng) tidak menjadi momentum yang dapat memicu konflik horizontal,” ujar Stanislaus.

    Baca: Pemerintah Didesak Antisipasi Kebangkitan Sel Tidur Terorisme

    Menurut Stanislaus, intelijen harus bekerja lebih keras mendeteksi dini pergerakan terorisme yang diprediksi menguat menjelang akhir tahun. Momen natal dan tahun baru harus lebih diwaspadai.

    Selain itu, negara dan masyarakat harus solid menentang terorisme. Kesepahaman sangat penting supaya tidak ada celah bagi provokasi pemicu konflik horizontal.

    “Kolaborasi antara negara dan masyarakat harus diperkuat untuk semakin meminimalkan ruang yang bisa dikuasai oleh kelompok teroris,” ucap Stanislaus.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id