129 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla Hingga 2021

    Siti Yona Hukmana - 15 September 2021 13:55 WIB
    129 Orang Jadi Tersangka Kasus Karhutla Hingga 2021
    Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (kanan). Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo



    Jakarta: Sebanyak 129 orang dijerat kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Total tersangka itu akumulasi kasus yang ditangani polda se-Indonesia hingga 2021.

    "Kami sudah tangani kurang lebih 126 kasus yang melibatkan 129 tersangka," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat merilis aplikasi monitoring Karhutla bernama Sistem Analisa Pengendalian (ASAP) Digital Nasional di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.

     



    Listyo menyebut 634.052 hektare (ha) luas lahan dibakar oleh para pelaku tersebut. Polri dipastikan menindak tegas para pelaku. Apalagi, pemerintah telah menandatangani surat keputusan bersama (SKB) agar proses penegakan hukum dilaksanakan lebih sistematis.

    "Sesuai arahan Presiden (Joko Widodo) menghukum secara tegas bagi pembakar-pembakar hutan agar menimbulkan efek jera. Kami telah mengambil langkah-langkah dengan membentuk Satgas Gabungan Karhutla," ujar jenderal bintang empat itu.

    Listyo mengaku telah menyiapkan 28 titik kamera closed-circuit television (CCTV) yang tersebar di 10 kepolisian daerah (Polda) rawan Karhutla. Di antaranya, Polda Jambi, Polda Sumatra Selatan (Sumsel), Polda Aceh, Polda Sumatra Utara (Sumut(, Polda Riau, Polda Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), Polda Kalimantan Tengah (Kalteng), Polda Kalimantan Barat (Kalbar), Polda Kalimantan Timur (Kaltim), dan Polda Kalimantan Utara (Kaltara).

    Baca: Juni-Juli, Karhutla di OKU Sumsel Capai 25,8 Hektare

    Polisi akan menambah 40 titik kamera CCTV di 10 Polda tersebut hingga Desember 2021. Pemantauan melalui CCTV yang terintegrasi dengan aplikasi ASAP Digital dapat membantu proses pelacakan titik-titik kebakaran.

    Kamera diyakini dapat memantau dalam 360 derajat dengan jangkauan 4 km dan cakupan radius 8 km. Kamera itu juga dapat menjangkau lahan seluas 5.026 ha.

    "Dengan aplikasi ini kami juga bisa melakukan langkah-langkah lanjut untuk melaksanakan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku yang tertangkap oleh aplikasi ini untuk bisa kami proses lanjut," kata Listyo.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id