Kejagung Dalami Pemalsuan Paspor Adelin Lis

    Tri Subarkah - 20 Juni 2021 06:27 WIB
    Kejagung Dalami Pemalsuan Paspor Adelin Lis
    Adelin Lis mendapat kawalan ketat saat tiba di Jakarta. Dok. Kejagung RI



    Jakarta: Kejaksaan Agung akan mendalami pemalsuan paspor yang dilakukan buronan kasus korupsi dan pembalakan liar di Mandailing Natal, Adelin Lis. Adelin menggunakan paspor dengan identitas lain selama pelariannya di luar negeri.

    "Nanti kita lihat setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap terpidana," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak di Gedung Kejagung, Jakarta, Sabtu, 19 Juni 2021.

     



    Adelin ditangkap otoritas Singapura atas kasus paspor palsu pada 2018. Dia menggunakan nama Hendro Leonardo dalam paspornya.

    Atas perkara tersebut, Pengadilan Singapura menyidangkannya pada 2021. Hakim Pengadilan Singapura menjatuhi hukuman denda S$14 ribu dan dideportasi ke Indonesia pada Juni 2021.

    Adelin kabur dari Indonesia setelah Mahkamah Agung mengabulkan kasasi yang diajukan jaksa penuntu umum (JPU) pada 2008. Majelis hakim MA menjatuhkan hukuman pidana penjara 10 tahun dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan.

    Dia juga dijatuhi hukuman pidana uang pengganti sebesar Rp119,8 miliar serta dana reboisasi US$2,938 juta. Dalam putusan itu disebutkan jika Adelin tidak dapat melunasi uang pengganti dalam jangka waktu satu tahun, hartanya akan disita. Jika hartanya tidak cukup, diganti dengan hukuman penjara selama lima tahun.

    Menurut Leonard, eksekusi badan terhadap Adelin sudah berlangsung per Sabtu, 19 Juni 2021. Sementara itu, eksekusi denda dan pidana uang pengganti dilakukan menyusul.

    Adelin juga melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penularan covid-19. Setelah dinyatakan negatif covid-19, Adelin akan menjalani karantina kesehatan selama 14 hari di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung.

    Adelin dipulangkan dari Singapura ke Jakarta atas permintaan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Sebelumnya, dia telah mengantongi tiket pulang ke Indonesia melalui Medan, Sumatra Utara, dengan keberangkatan, Jumat, 18 Juni 2021. Upaya itu gagal karena Burhanuddin tmemerintahkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura untuk menahan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) Adelin.

    Pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-837 yang memboyong Adelin mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pukul 19.40 WIB, Sabtu, 19 Juni 2021. Di dalam pesawat, Adelin duduk dengan diapit aparat Kejaksaan. Ini dilakukan karena Adelin masuk dalam kelompok buronan Kejaksaan berisiko tinggi.

    Baca: Jaksa Agung: Pemulangan Adelin Lis Dibantu Banyak Pihak

    Sebelum diadili di Pengadilan Negeri Medan pada 2007, Adelin juga sempat kabur dari Indonesia. Namun, pelariannya terendus di Tiongkok saat akan memperpanjang paspor. Sebanyak empat staf Kedubes Indonesia di Tiongkok sempat mengalami pengeroyokan oleh gengster yang diduga direkrut Adelin. Atas bantuan kepolisian setempat Adelin berhasil ditangkap dan dipulangkan ke Indonesia.

    Pemulangan Adelin ke Indonesia kali ini disebut Burhanuddin sebagai bentuk sinergisitas antara pemerintah Singapura dan Indonesia. Dia secara khusus menyampaikan terima kasihnya kepada Jaksa Agung Singapura Lucien Wong. Selain itu, dia menyebut pemulangan Adelin dapat terlaksana atas dukungan dari Dubes RI di Singapura Suryopratomo dan pihak Kementerian Luar Negeri.

    "Kita selalu berkooridnasi dengan Kementerian Luar Negeri dan berkomunikasi dengan pemerintahan Singapura. Untuk itu, saya juga berterima kasih kepada teman-teman yang telah membawa terpidana ini," ujar Burhanuddin.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id