KPK Diminta Perhatikan Korupsi di Sektor Pertanian

11 Juli 2018 20:13 wib
Pimpinan KPK Periode 2011-2015, Zulkarnain (kanan). Foto: MI/M
Pimpinan KPK Periode 2011-2015, Zulkarnain (kanan). Foto: MI/M Irfan

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta memperhatikan kasus korupsi di sektor pertanian. Pimpinan KPK Periode 2011-2015, Zulkarnain, mengatakan pemerintah juga harus ikut membantu kerja KPK.

"KPK tidak bisa sendiri, harus menggandeng semua, terutama Kepala Negara," kata Zulkarnain, seperti dilansir Antara, Rabu, 11 Juli 2018.

Zulkarnain menjelaskan Presiden Joko Widodo harus memperhatikan persoalan ini, mengingat penanganan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penindakan atau penangkapan yang dilakukan KPK. Menurutnya, penangkapan yang dilakukan KPK selama ini hanya sebagian kecil dari banyaknya dugaan tindak korupsi di lapangan.

"Yang bisa menekan itu Presiden. KPK sulit menekan kecuali cukup bukti dan masuk kewenangannya dia (KPK)," katanya.

Ia menambahkan, selain kerugian negara akibat penyelewengan anggaran, kerugian akibat korupsi sektor pangan sangat berdampak bagi petani. Modal pertanian yang tinggi dan hasil yang murah, kata dia, membuat petani tidak mendapat untung. Selain itu, korupsi sektor pangan membuat tujuan untuk mencapai kemakmuran di seluruh Indonesia lambat tercapai.

Menurutnya, celah korupsi pada sektor pangan bisa disebabkan dari panjangnya rangkaian hasil produksi dari petani kepada konsumen. Demikian juga bantuan atau subsidi dari pemerintah seperti benih ataupun pupuk yang rantainya juga panjang.

"Rangkaian yang panjang membuka celah terjadinya korupsi," kata dia.

Rawan korupsi

Pimpinan KPK Periode 2007-2011, Bibit Samad Rianto, pun menyebut bahwa sektor pertanian adalah sektor rawan korupsi.

"Semua bidang itu ada korupsinya, cuma ada yang mencuat ke permukaan, ada yang nggak. Ada yang ketangkep karena sial, ada yang nggak," kata dia.

Sebelumnya, Ketua KPK Periode 2011-2015 Abraham Samad menyatakan kecewa karena masih ada pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengelolaan pertanian dan pangan. Menurut dia, ini menunjukkan sektor pertanian masih rawan korupsi. Ia menyerukan agar KPK bergerak dengan menutup celah itu dengan mengaktifkan satuan tugas di sejumlah kementerian, khususnya pertanian.

Sementara itu, KPK mengimbau masyarakat proaktif melaporkan indikasi tindak pidana
korupsi di sektor pertanian. "Kalau terjadi dugaan penyimpangan, segera laporkan," kata juru bicara KPK Febri Diansyah.

Pernyataan tersebut terkait program wajib tanam bawang putih bagi importir yang berpotensi
terjadi manipulasi data. Selain program wajib tanam, potensi manipulasi terjadi pada pengadaan bibit dan penyaluran alat mesin pertanian yang tidak tepat sasaran sehingga memicu protes petani.




(UWA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.