comscore

Ini Aset Tersangka Fahrenheit yang Disita Polisi

Siti Yona Hukmana - 20 Mei 2022 13:13 WIB
Ini Aset Tersangka Fahrenheit yang Disita Polisi
Bos investasi bodong Fahrenheit. Hendry Susanto. Youtube 4D MAN
Jakarta: Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menyita aset tersangka investasi bodong robot trading Fahrenheit. Aset yang disita berupa uang dan barang.

"Aset yang disita penyidik sampai dengan saat ini adalah satu unit apartemen Taman Anggrek Residences senilai Rp2.900.000.000," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Jumat, 20 Mei 2022. 
Kemudian satu unit mobil Fortuner, satu unit mobil Lexus, uang tunai 2 dolar Singapura, 1 ringgit Malaysia, uang tunai pecahan 50 dolar Singapura dan 450 dolar Singapura. Kemudian, uang tunai pecahan 50, 100, 500 dan 1.000 baht Thailand senilai 27.950 baht.

"Uang tunai pecahan Rp100 ribu senilai Rp70 juta dan satu buah Tas Merk LV, " beber Gatot. 

Selain aset, penyidik bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) juga telah memblokir sejumlah rekening tersangka. Total uang Rp70 miliar dalam beberapa rekening tersebut.

Baca: Sejumlah Rekening Tersangka Fahrenheit Senilai Rp70 Miliar Diblokir 

"Kemudian penyidik akan berkoordinasi dengan pihak Bank untuk menyita dana pada rekening tersebut, " ujar Gatot. 

Tercatat ada 1.419 korban investasi bodong robot trading Fahrenheit. Total kerugian ribuan korban itu mencapai Rp555.130.963.497.
 

Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 10 tersangka dalam kasus investasi bodong ini. Sebanyak lima orang masih diburu, sedangkan lima lainnya telah ditahan. 
 
Berkas perkara tahap I kelima tersangka itu telah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu, 18 Mei 2022. Kelima tersangka itu ialah otak investasi bodong Fahrenheit.
 
Pertama, Hendry Susanto ditetapkan jadi tersangka dan ditangkap pada Senin, 21 Maret 2022. Bos Fahrenheit itu dipersangkakan Pasal 62 Jo Pasal 8 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 105 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan/atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Jo Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara
 
Kemudian, David, David Berlin Johanes, Inton Luando Johanes, dan Maria Fransiska. Keempat anak buah Hendry ini ditangkap jajaran Polda Metro Jaya.
 
Keempat tersangka dijerat Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) dan atau Pasal 27 ayat (2) jo Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, dan atau Pasal 105 dan atau Pasal 106 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.
 
Penyidik tengah menunggu hasil penelitian Jaksa penuntut umum (JPU). Penyidik akan menyerahkan tahap II atau tersangka dan barang bukti apabila berkas tahap I itu dinyatakan lengkap atau P21. 

(LDS)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id