comscore

Animal Defenders Indonesia Kecam Pembunuhan Anjing di Ambon

Theofilus Ifan Sucipto - 23 Januari 2022 16:37 WIB
Animal Defenders Indonesia Kecam Pembunuhan Anjing di Ambon
Ilustrasi anjing. MI/Ramdani
Jakarta: Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona mengecam pembunuhan anjing di Ambon. Dia meminta pelaku ditindak tegas.

"Tentu tidak ada tempat bagi premanisme di Indonesia. Kepolisian dituntut bisa memberikan rasa nyaman pada masyarakat dari premanisme, termasuk seperti kejadian ini," kata Doni saat dikonfirmasi, Minggu, 23 Januari 2022.
Pembunuhan yang dimaksud Doni yakni anjing bernama Foni yang dibacok dan digantung di Ambon, Maluku, pada 20 Januari 2022. Foni ditemukan digantung di depan salah satu rumah dengan luka bacok di kepala.

Menurut Doni, pembunuhan hewan itu diduga melanggar beberapa pasal. Antara lain, terkait penganiayaan hewan dalam Pasal 302 KUHP.

"Perusakan milik orang lain Pasal 406 KUHP dan atau pencurian Pasal 378 KUHP, jika orang tersebut ambil anjing tersebut setelah dianiaya sampai mati," kata Doni.

Menurut dia, seharusnya polisi bisa menindak pelaku tanpa ada laporan pemilik. Terlebih, jika pemiliknya melapor. Doni mengatakan Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia (KPHI) siap membantu jika sang pemilik membutuhkan advokasi.

"Tentu kepolisian harus menindaklanjuti dan segera meningkatkan kasusnya ke penyidikan jika barang bukti dan saksi sudah lengkap semua," kata Doni.

Pemilik anjing Foni, Adriana, membeberkan kronologi penganiayaan. Dia meninggalkan rumah dan anjingnya pada 20 Januari 2022. Sewaktu pulang, dia mendapati tembok penuh darah. Salah seorang warga melaporkan anjingnya dibunuh pelaku bernama Rio yang tengah mabuk.

"Katanya dia mabuk. Saya dan suami langsung lapor ke polisi," kata dia.

Meskipun sudah dilaporkan ke Polsek Sirimau Ambon, namun pelaku dibebaskan. Polisi beralasan tak ada dasar hukum kuat.

"Tapi tersangka sudah dibebaskan karena tidak ada dasar hukum yang kuat untuk pembunuhan binatang. Itu kata polisi," kata Adriana.

Baca: Sejumlah Anjing Mati Diduga Diracun, ADI Tuntut Tanggung Jawab
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id