comscore

Rizky Billar Diperiksa Soal Penerimaan Uang Doni Salmanan Hari Ini

Siti Yona Hukmana - 22 Maret 2022 07:49 WIB
Rizky Billar Diperiksa Soal Penerimaan Uang Doni Salmanan Hari Ini
Rizky Billar (Foto: instagram)
Jakarta: Aktor Rizky Billar diperiksa sebagai saksi kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex, Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan hari ini. Rizky bakal diperiksa terkait penerimaan uang dari tersangka Doni.

"Iya hari ini Rizky Billar agendanya diperiksa," kata Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol kepada Medcom.id, Selasa, 22 Maret 2022.
Pemeriksaan diagendakan pukul 10.00 WIB. Namun, penyidik menunggu kedatangan pesinetron itu hingga sore hari.

Baca: Polisi Dalami Transaksi Jual Beli Porsche Doni Salmanan

Rizky dan istrinya Lesti Kejora disebut menerima amplop tebal yang berisi uang tunai dari Doni Salmanan saat pernikahan berlangsung beberapa waktu lalu. Belum diketahui pasti jumlahnya, hanya fulus itu berbentuk pecahan mata uang asing.

Selain Rizky, polisi juga akan memeriksa YouTuber Alffy Rev pada Kamis, 24 Maret 2022. Alffy Rev juga pernah menerima sejumlah uang dari Doni Salmanan. Belum diketahui juga jumlahnya, hanya uang itu sebagai dukungan atau sponsor proyek Wonderland Indonesia yang tengah dikerjakannya.

"Iya (Alffy) hari Kamis," ujar Reinhard.

Polisi akan menyita uang dan barang yang diterima dari Doni Salmanan. Apabila uang itu hasil dari kejahatannya di Quotex.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.

Doni dijerat pasal berlapis. Pria kelahiran 1998 itu dipersangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sesuai Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id