comscore

Rahmat Effendi Palak PNS yang Ingin Naik Jabatan Hingga Rp1,24 Miliar

Candra Yuri Nuralam - 31 Mei 2022 09:30 WIB
Rahmat Effendi Palak PNS yang Ingin Naik Jabatan Hingga Rp1,24 Miliar
Wali Kota nonaktif Bekasi, Rahmat Effendi di KPK/Medcom.id/Candra
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan permintaan uang Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi kepada para pegawai negeri sipil (PNS) di wilayahnya melalui surat dakwaan. Total uang yang diterima mencapai Rp1,24 miliar.

"Mulyadi alias Bayong atas sepengetahuan terdakwa (Rahmat) juga meminta uang dari pada PNS Pemkot Bekasi yang akan mendapatkan kenaikan atau promosi jabatan," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK melalui surat dakwaan yang dikutip pada Selasa, 31 Mei 2022.
Permintaan uang itu berlangsung pada Januari 2021 sampai Februari 2022. Setidaknya ada tujuh PNS yang dimintai uang untuk naik jabatan. Harga untuk naik jabatan paling kecil Rp40 juta.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Enung Nurcholis menyerahkan uang Rp100 juta untuk Rahmat melalui Mulyadi pada April 2021. Uang itu diberikan di ruang kerja Mulyadi.

Enung juga memberikan Rp150 juta agar istrinya Tita Listia mendapatkan kenaikan jabatan pada Juni 2021. Enung juga memberikan uang Rp100 juta ke Rahmat melalui Mulyadi pada 8 Desember 2021.

Kabid Pelayanan Medis RSUD Chasbullah Abdul Majid Bekasi Rina Oktavia memberikan Rp200 juta untuk Rahmat melalui Mulyadi pada Desember 2021. Uang itu diberikan agar Rina mendapatkan kenaikan jabatan.

Staf Bapenda Lani Sundari memberikan Rp40 juta untuk Rahmat melalui Mulyadi pada Juli 2021. Uang itu diberikan di Kantor BNPB Bekasi agar Lani mendapatkan jabatan.

Baca: Rahmat Effendi Terima Gratifikasi Pakai Nama Masjid

Kasi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Cimuning Aden memberikan Rp50 juta ke Ramhat melalui Mulyadi pada pertengahan 2021. Uang itu diserahkan di Villa Glamping Jasmine di Cisarua, Bogor, dengan maksud agar Aden dapat jabatan lebih tinggi.

Staf pada Dinas Lingkungan Hidup Samad Saepulloh menyerahkan Rp150 juta ke Rahmat melalui Mulyadi pada Juni 2021. Uang itu diberikan di Villa Glamping Jasmine di Cisarua Bogor. Beberapa hari kemudian Samad kembali memberikan Rp50 juta untuk mendapatkan jabatan lebih tinggi.

Kasi Guru dan Tenaga Kerja Kependidikan SD Dinas Pendidikan Sugito memberikan Rp100 juta ke Rahmat melalui Mulyadi pada Agustus 2021. Penerimaan uang di Pendopo di rumah Rahmat. Sugito juga memberikan Rp50 juta pada Oktober 2021.

Kabid Pelayanan RSUD Chasbullah Abdul Majid Neneng Sumiati memberikan Rp250 juta untuk Rahmat melalui Mulyadi pada Juli 2021. Uang itu diberikan agar Neneng mendapatkan jabatan lebih tinggi di tempat kerjanya.

"Keseluruhan uang yang diterima Mulyadi alias Bayong dari para PNS di lingkungan Pemkot Bekasi sebesar Rp1.240.000.000," ujar jaksa.

Uang itu dipakai untuk membangun Villa Glamping Jasmine di Cisarua, Bogor oleh Rahmat. Uang juga diberikan untuk pembelian baliho dan atribut partai oleh Rahmat.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id