Diduga Pukul Wartawan, Wakapuspen Kejagung Dilaporkan

    Siti Yona Hukmana - 25 Juli 2020 06:00 WIB
    Diduga Pukul Wartawan, Wakapuspen Kejagung Dilaporkan
    Ilustrasi Kejagung. Dok. Media Indonesia.
    Jakarta: Ofrianus Ronald Ricardo, wartawan Law-Justice.co melaporkan Wakil Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Muhammad Isnaini ke Polda Metro Jaya. Isnaini diduga memukul Ricardo.

    "Saya mendapat intimidasi berupa pemukulan di Kantor Kejaksaan Agung," kata Ronald di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Juli 2020. 

    Dia mengecam tindakan intimidasi tersebut. Selain melapor ke Polda Metro Jaya. Ronald juga meminta Jaksa Agung Burhanuddin menindak tegas pejabat Kejaksaan Agung yang melakukan tindak kekerasan tersebut.

    Ronald menjelaskan, seorang jurnalis dilindungi Pasal 4 Undang-Undang Pers Nomor 40 tahun 1999. Aturan itu menyebutkan bahwa pers nasional berhak mencari, memperoleh, mengolah, dan menyebarluaskan informasi. 

    Sementara penghambat kerja jurnalis diatur dalam Pasal 18. Setiap orang yang  menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik akan diancam pidana maksimal dua tahun penjara atau denda paling banyak Rp500 juta.

    Ronald menceritakan krononologi pemikulan. Insiden itu terjadi di kantor Kejaksaan Agung pada Kamis, 23 Juli 2020 sekitar pukul 13.00 WIB. Ronald datang untuk tujuan peliputan.

    Sekitar pukul 16.00 WIB, Ronald mewawancarai Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono. Saat itu, Hari ditemani dua orang wakilnya, salah satunya Muhammad Isnaini. 

    Selesai wawancara, Ronald menemui Kapuspenkum dan menanyakan sejumlah kasus yang tengah ditangani Kejagung. Setelah memperkenalkan diri, Wakil Kapuspenkum Kejagung menimpali Ronald.

    "Oh, ini kamu yang kemarin, saya kan bilang nanti kasih data," ujar Ronald menirukan Isnaini.

    Ronald mengaku saat itu Isnaini memukul pipinya. Kemudian, sekitar pukul 16.25 WIB, Kapuspenkum Hari mengajak Ronald ke ruangannya. Menurut Ronald, saat berjalan menuju ruangan Kapuspenkum, dia menerima pukulan dari belakang oleh Isnaini.

    "Pukulannya terasa keras, saya bilang 'jangan pukul dong pak'," kata Ronald.

    Menurut dia, insiden itu juga disaksikan pegawai Kejaksaan Agung dan Kapuspenkum Kejaksaan Agung serta beberapa wartawan lainnya. Namun, kata dia, Isnaini berdalih itu bukan pukulan, melainkan teguran keakraban.

    Tak berhenti di situ. Ronald mengaku Isnaini mengajak ia berkelahi saat berada di dalam ruangan Kapuspenkum. Pegawai lainnya menahan Isnaini yang tersulut emosi.

    Ronald akhirnya melapor ke Polda Metro Jaya. Laporan dia terdaftar dengan nomor LP/4320/VII/YAN/2.5/2020/SPKT PMJ, tanggal 24 Juli 2020.

    Pejabat Kejagung itu diduga melanggar Pasal 18 dan atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers dan atau Pasal 335 KUHP tentang Ancaman dengan Kekerasan.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id