Produsen APD Tak Sesuai Standar Terancam Pidana

    Nur Azizah - 09 April 2020 12:25 WIB
    Produsen APD Tak Sesuai Standar Terancam Pidana
    Ilustrasi petugas kesehatan dengan alat pelindung diri. Foto: Antara/Hafidz
    Jakarta: Produsen alat pelindung diri (APD) yang tidak memiliki standar dan izin dari pemerintah terancam pidana. Hal ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

    "Kami ingin sampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat dan tentunya secara khusus seluruh pelaku usaha, baik yang memproduksi dan mendistribusikan alat pelindung diri harus menaati ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan undang-undang," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Kamis, 9 April 2020.

    Dia menjelaskan ada ketentuan dalam Pasal 196 UU Kesehatan yang dapat memidana produsen APD yang abai. Pasal 196 itu berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan persediaan farmasi dan/atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan/atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

    "Sudah dijelaskan apabila ini tidak dipatuhi ada perundang-undangan yang telah mengatur dengan perangkat ancaman hukuman pidananya. Jadi, hal ini bagi para pelaku usaha hendaknya menjadi perhatian khusus," ujar dia.

    Baca: 18 Kasus Terkait APD Diselidiki

    Ada pula Pasal 98 yang menyebutkan seseorang yang bisa dipidana ialah setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan. Mereka juga dilarang mengadakan, menyimpan, mengolah, mempromosikan, dan mengedarkan obat dan bahan yang berkhasiat obat.

    Pasal itu juga mengatur mengenai pengadaan, penyimpanan, pengolahan, promosi, pengedaran persediaan farmasi, dan alat kesehatan. Seluruhnya harus memenuhi standar mutu pelayanan farmasi yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

    "Pemerintah berkewajiban membina, mengatur, mengendalikan, dan mengawasi pengadaan, penyimpanan, promosi, dan pengedarannya," bunyi Pasal 98.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id