Pembobol Rekening Ilham Bintang Kerap Jual Data Nasabah

    Siti Yona Hukmana - 06 Februari 2020 09:26 WIB
    Pembobol Rekening Ilham Bintang Kerap Jual Data Nasabah
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Jakarta: Pelaku pembobol rekening wartawan senior Ilham Bintang, Hendri Budi Kusumo, disebut kerap menjual data nasabah. Dia memanfaatkan posisinya sebagai karyawan di Bank Perkreditan Rakyat Bintara Pratama Sejahtera. 

    "Dia menjual seharga Rp100 ribu dari awal 2019 sampai Desember 2019," kata Kepala Unit (Kanit) 2 Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Hendro Sukmono saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 6 Februari 2020.

    Data nasabah itu diperoleh Hendri melalui Sistem Laporan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hendro menyebut, data pribadi nasabah lengkap tertera di sistem itu. 

    Mulai dari nomor telepon, nomor rekening, nomor kartu kredit, limit kartu kredit, limit rekening dan NIK KTP. Menurut Kompol Hendro, ada penurunan harga jual data nasabah pada 6 Januari 2020.

    Pembobol Rekening Ilham Bintang Kerap Jual Data Nasabah
    Tersangka pembobol rekening wartawan senior Ilham Bintang. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana

    Penurunan ini diakibatkan banyaknya permintaan data nasabah dari otak pembobolan rekening Ilham, Desar alias Erwin.

    "Jadi, dia (Hendri) menjual ke Desar Rp75 ribu per data satu nasabah. Keuntungan dari Januari 2019 sampai Februari 2020 kami rekap sekitar Rp400 sampai Rp500 juta," beber Hendro. 

    Ilham menjadi korban pembobolan rekening saat berada di Australia, Sabtu, 4 Januari 2020. Ilham mendapati ponselnya tidak mendapat sinyal meski sudah mendaftar masuk ke jaringan internasional.

    Ilham tiba-tiba diberi tahu Commonwealth Bank ada transaksi pada Sabtu dan Minggu, 4-5 Januari 2020 melalui nomor ponselnya. Ilham menyadari rekeningnya dibobol.

    Wartawan senior itu mendapati seseorang yang mengaku sebagai dirinya mendatangi gerai Indosat di Bintaro Jaya Xchange, Tangerang Selatan, Banten, Jumat, 3 Januari 2020. Orang itu meminta pengganti kartu subscriber identity module (SIM) milik Ilham.

    Ilham langsung mengurus kartu setibanya di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020. Dia melaporkan kasus ini dua hari setelahnya.

    Kemudian, polisi berhasil menangkap pembobol rekening Ilham. Ada delapan tersangka ditahan, mereka yakni Desar, Hendri Budi Kusumo, Teti Rosmiawati,  Wasno, Arman Yunianto, Jati Waluyo, Rifan Adam Pratama, dan Heni Nur Rahmawati. 

    Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Pasal 363 dan Pasal 263 KUHP, serta Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. 





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id