Bupati Indramayu Segera Disidang

    Candra Yuri Nuralam - 11 Februari 2020 15:34 WIB
    Bupati Indramayu Segera Disidang
    Lambang KPK. Foto: MI
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merampungkan berkas kasus Bupati nonaktif Indramayu, Jawa Barat, Supendi. Dia segera disidang dalam kasus dugaan suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu. 

    "Penyidik hari ini melakukan tahap II, penyerahan tersangka dan barang bukti kepada jaksa penuntut umum (JPU)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020.

    Menurut dia, masa tahanan Supendi diperpanjang selama 20 hari ke depan. Dia meringkuk di Rumah Tahanan Negara Kelas I, Jakarta Timur, Cabang KPK.

    "Terhitung mulai tanggal (Selasa) 11 Februari 2020 sampai dengan (Minggu) 1 Maret 2020," ujar Ali.

    Selain Supendi, Lembaga Antirasuah merampungkan berkas perkara Kepala Bidang (Kabid) Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wempy Triyoso dan Kepala Dinas (Kadis) PUPR Omarsyah. Masa tahanan keduanya juga diperpanjang 20 hari.

    "Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Negara Polres Jakarta Pusat," tutur Ali.

    Lembaga Antikorupsi segera melimpahkan berkas perkara kepada Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Bandung, Jawa Barat. Perampungan berkas perkara dilakukan 14 hari kerja.

    "Persidangan rencananya dilaksanakan di PN Tipikor Bandung. Total saksi yang sudah diperiksa sebanyak 128 saksi," tutur Ali.

    Suap terjadi saat Supendi menggantikan Bupati Indramayu periode 2016-2022, Anna Shopana, yang mengundurkan diri, Desember 2018. Supendi diduga kerap meminta uang kepada kontraktor pelaksana proyek Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Carsa, sejak Mei 2019.

    Selain Supendi, Omarsyah, Wempy, dan Staf Bidang Jalan Dinas PUPR Indramayu Ferry Mulyono diduga kecipratan uang haram dari Carsa. Uang itu diduga upah atas pemberian proyek-proyek Dinas PUPR Kabupaten Indramayu kepada Carsa.

    Carsa mendapatkan tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Indramayu dengan nilai proyek total kurang lebih Rp15 miliar dari APBD Murni. Proyek pembangunan jalan itu dikerjakan perusahaan CV Agung Resik Pratama dan beberapa perusahaan lain yang benderanya dipinjam Carsa.

    Sejumlah proyek yang jadi bancakan Supendi, yakni pembangunan Jalan Rancajawad, Jalan Gadel, dan Jalan Rancasari IV. Suap juga terkait proyek pembangunan Jalan Pule, Jalan Lemah Ayu IV, Jalan Bondan-Kedungdongkal, dan Jalan Sukra Wetan-Cilandak.

    Uang suap yang diberikan Carsa kepada Supendi dan pejabat Dinas PUPR diduga bagian dari komitmen fee 5-7 persen dari total nilai proyek. Supendi menerima Rp200 juta dengan rincian, Rp100 juta pada Mei 2019 dan Rp100 juta pada 14 Oktober 2018, yang digunakan untuk pembayaran dalang acara wayang kulit dan pembayaran gadai sawah.

    Bupati Indramayu Segera Disidang
    Bupati nonaktif Indramayu Supendi menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih KPK, Rasuna Said, Jakarta, Kamis, 16 Januari 2020. Foto: MI/Susanto

    Omarsyah menerima Rp350 juta dan sepeda. Rinciannya, Rp150 juta diterima dua kali pada Juli 2019. Kemudian, Rp200 juta diberikan dua tahap selama September 2019 dan sepeda merk NEO seharga sekitar Rp20 juta.

    Wempy disinyalir menerima Rp560 juta. Uang itu diterimanya lima tahap dalam kurun waktu Agustus hingga Oktober 2019. Uang yang diterima Omarsyah dan Wempy diduga untuk kepentingan Supendi, pengurusan pengamanan proyek, dan kepentingan sendiri.

    Supendi, Omarsyah, dan Wempy selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Carsa selaku penyuap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor.


     



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id