KY-KPK Kolaborasi Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung

    Insi Nantika Jelita - 07 Agustus 2019 18:34 WIB
    KY-KPK Kolaborasi Telusuri Rekam Jejak Calon Hakim Agung
    Ilustrasi KY. MI/Susanto
    Jakarta: Komisi Yudisial (KY) bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri rekam jejak dan laporan kekayaan atau aset calon hakim agung. Sebanyak 29 calon hakim agung dinyatakan lolos seleksi tahapan kualitas dan mengikuti tahapan berikutnya.

    "Rekam jejak di bidang kekayaan, kami bekerjasama dengan KPK, PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), BPN (Badan Pertanahan Nasional) untuk informasi aset yang dimiliki calon hakim agung. Karena sering sekali soal aset tidak terlacak," kata Ketua bidang Rekrutmen Hakim Komisi Yudisial (KY) Aidul Fitriciada Azhari di Gedung KY, Jakarta, Rabu, 7 Agustus 2019.

    KY akan mengirim tim investigasi ke kediaman calon hakim guna memastikan rekam jejak calon hakim yang bersangkutan. Menurut Aidul, seorang hakim agung harus memiliki rekam jejak yang tidak tercela, memiliki kompetensi baik, adil, dan integritas tinggi.

    Baca: Pengamat: Rekam Jejak Capim KPK Adalah Kunci

    "Kami juga kirim tim investigasi ke lingkungan rumah calon hakim agung dan tempat kerja mereka. Kami juga sangat terbuka atas laporan dari masyarakat untuk memastikan rekam jejak calon hakim bersangkutan," kata Aidul.

    KY juga menunggu partisipasi masyarakat dalam rekrutmen hakim agung. Masyarakat diminta memberikan informasi terkait integritas, kapasitas, dan perilaku, sejumlah kandidat yang dinyatakan lolos ke tahapan berikutnya.

    Informasi atau pendapat tertulis diharapkan diterima tim seleksi calon hakim agung paling lambat 31 Agustus 2019 pukul 16.00 WIB. Masyarakat bisa mengirimkan masukan itu melalui alamat surat elektronik rekrutmen@komisiyudisial.go.id atau ke kantor KY.


    (DRI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id