Eks Bupati Seruyan Dicegah ke Luar Negeri - Medcom

    Eks Bupati Seruyan Dicegah ke Luar Negeri

    Faisal Abdalla - 14 Oktober 2019 22:34 WIB
    Eks Bupati Seruyan Dicegah ke Luar Negeri
    Juru bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung. Antara/Indrianto Eko Suwarso.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Bupati Seruyan periode 2003-2013, Darwan Ali berpergian ke luar negeri. Darwan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung Kabupaten Seruyan Tahun 2007-2012.

    "KPK telah mengirimkan surat ke Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri," kata juru bicara KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin, 14 Oktober 2019.

    Selain Darwan, KPK juga melakukan hal serupa kepada Direktur PT Swa Karya Jaya (SKJ) Tju Miming Aprilyanto. Tju Miming merupakan kawan dekat Darwan yang juga mendukung dirinya pada Pilkada tahun 2003.

    Dalam proses penyelidikan perkara ini, KPK telah memeriksa 32 orang saksi. Mereka berasal dari sejumlah unsur seperti kepala dinas, mantan Direktur Utama PT Yala Persada Angkasa, panitia pengadaan proyek, pihak Inspektorat Kebupaten Seruyan, anggota DPRD Kabupaten Seruyan, dan sejumlah pihak swasta lainnya.

    Selain itu KPK juga telah menggeledah rumah tersangka Darwan di Tebet, Jakarta Selatan. Dari hasil penggeledahan itu, Lembaga Antirasuah menyita sejumlah dokumen yang berkaitan dengan perkara ini.

    KPK menetapkan Darwan sebagai tersangka kasus korupsi proyek pembangunan pelabuhan Laut Teluk Segintung Kabupaten Seruyan Tahun 2007-2012. Darwan diduga menyalahgunakan kewenanganya untuk mengatur agar PT SKJ menggarap proyek tersebut.

    Perkara ini berawal saat Pemerintah Kabupaten Seruyan merencanakan pembangunan Pelabuhan Laut. Proyek itu mulai direalisasikan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Seruyan pada 2006 dengan melakukan pembangunan tiang pancang.

    Pada 2007, Dinas Perhubungan Kabupaten Seruyan mulai melakukan alokasi anggaran untuk rencana pekerjaan pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung. Pada Januari 2007, Darwan memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Seksi Perumahan dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum agar pengadaan pembangunan Pelabuhan Laut Segintung dikerjakan oleh PT SKJ.

    Perintah Darwan untuk memenangkan PT SKJ dalam proyek ini ditindaklanjuti oleh Panitia Lelang Pengadaan Barang pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung. PT SKJ menang dalam lelang terbuka untuk menggarap proyek ini dengan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp112.750.000.000.

    Pada 14 April 2007, Darwan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati yang menetapkan PT SKJ sebagai pelaksana proyek pekerjaan pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung. SK tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan kontrak Pekerjaan Pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung sebesar Rp112.736.000.

    KPK juga menemukan bukti adanya penambahan anggaran proyek dari ketetapan awal. Hal itu terlihat dari dokumen adendum pertama yang terbit pada 10 Agustus 2007 dengan penambahan nilai kontrak menjadi Rp127.411.481.000 atau bertambah 13,02 persen dari nilai kontrak awal.

    Perubahan nilai kontrak ini melanggar ketentuan Perpres 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Perpres itu membatasi penambahan anggaran pekerjaan maksimal sebesar 10 persen.

    KPK menduga Darwan juga ikut kecipratan duit sebesar Rp687.500.000 yang ditransfer beberapa kali dari PT SKJ kepada anak Darwan. Akibat praktik rasuah ini, negara dirugikan Rp20,84 miliar.

    Atas perbuatannya, Darwan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP. 



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id