Hukuman Mati Koruptor Tak Boleh Bermotif Dendam

    Candra Yuri Nuralam - 15 Desember 2019 11:29 WIB
    Hukuman Mati Koruptor Tak Boleh Bermotif Dendam
    Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Kiri) di acara diskusi Cross Check by Medcom.id - Candra Yuri Nuralam.
    Jakarta: Penerapan hukuman mati bagi koruptor tidak boleh bermotif dendam. Setiap orang, termasuk pelaku korupsi memiliki kesempatan untuk merubah prilakunya.

    "Jangan sekali-kali memberantas korupsi benci dengan rakyat sendiri, jangan langsung ya," kata Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Saut Situmorang dalam diskusi Cross Check by Medcom.id di Upnormal, Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu, 15 Desember 2019.

    Saut menilai hukuman mati bagi koruptor di Indonesia bisa diterapkan jika pemberantasannya menyentuh ke bawah, dalam hal ini korupsi di tingkat 'receh'. Hukuman mati untuk kondisi sekarang diyakini belum mampu memberantas praktik rasuah.

    "Kalau hukuman maksimal negara lain bukan hukuman lain, namun lebih sederhana, seperti supir truk menyuap penjaga pelabuhan," kata Saut.

    Menurut Saut, penerapan hukuman mati bagi koruptor harus dibarengi dengan kesadaran larangan korupsi di seluruh elemen. Baik pejabat negara ataupun kalangan yang paling bawah.

    "Korupsi ini tanggung jawab kita semua, kita konsisten enggak? Konsisten patuh peraturan enggak?" kata Saut.

    Terpenting dari itu, kata Saut, harus ada peraturan yang jelas untuk mengatur hukuman mati pelaku rasuah tersebut. Dia khawatir hukuman mati ini nantinya justru hanya berlaku bagi koruptor-koruptor kecil.

    "Menjawab hukuman mati itu harus seperti apa menyelesaikan sistem dan integralnya, harus dari situ," pungkas Saut.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id