KPK Dukung KY Usut Pengadil Syafruddin

    Juven Martua Sitompul - 24 Juli 2019 07:20 WIB
    KPK Dukung KY Usut Pengadil Syafruddin
    Juru bicara KPK Febri Diansyah Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu Komisi Yudisial (KY) menindaklanjuti laporan atas dua hakim Mahkamah Agung (MA), Agung Syamsul Rakan Chaniago dan M Askin. Keduanya dilaporkan karena dugaan pelanggaran etik, saat mengadili kasasi mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

    "KPK akan membantu Komisi Yudisial jika ada informasi-informasi yang dibutuhkan atau dokumen-dokumen yang dibutuhkan atau bukti-bukti lain yang dibutuhkan secara paralel," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 23 Juli 2019.

    Lembaga Antirasuah juga siap bekerjasama dengan badan pengawasan MA untuk mengusut keputusan dua hakim yang membebaskan Syafruddin dari kasus dugaan korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

    "Juga terbuka untuk bekerjasama dan berkoordinasi dengan pihak Badan Pengawasan Mahkamah Agung," kata dia.

    Menurut Febri, hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan kasasi Syafruddin dari MA. Komisi Antikorupsi berharap salinan kasasi Syafruddin bisa segera diserahkan MA dalam waktu dekat.

    "Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama ya kita bisa mendapatkan putusan itu agar langkah lebih lanjut langkah yang lebih konkrit upaya hukum terhadap putusan kasasi ini," pungkasnya.

    KY telah menerima laporan dari Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi. Dua hakim hakim Mahkamah Agung dilaporkan atas putusannya yang melepaskan mantan Ketua BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung dari kasus dugaan korupsi SKL BLBI.

    KY memastikan bakal menindaklanjuti laporan dua hakim tersebut. Laporan ditelaah paling lambat 60 hari. KY tak segan memberikan sanksi terhadap dua hakim tersebut jika terbukti melakukan pelanggaran. MA sebelumnya mengabulkan kasasi yang diajukan Syafruddin. MA melepaskan Syafruddin atas vonis perkara dugaan korupsi penerbitan SKL BLBI.

    Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Agung MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menjatuhkan hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan terhadap Syafruddin. Dengan demikian, Syafruddin lepas dari jerat hukum.


    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id