Perantara Suap Eks Direktur AP II Dihukum 16 Bulan Penjara

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Januari 2020 21:15 WIB
    Perantara Suap Eks Direktur AP II Dihukum 16 Bulan Penjara
    Sidang pembacaan vonis Staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) Andi Taswin Nur. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta memvonis Staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) Andi Taswin Nur satu tahun empat bulan penjara. Dia juga dihukum membayar denda Rp50 juta subsider dua bulan kurungan.

    "Menyatakan, terdakwa Andi Taswin Nur telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Ni Made Sudani di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020.

    Taswin terbukti menyuap Direktur Keuangan PT Angkasa Pura (AP) II Andra Yastrialsyah Agussalam sejumlah USD71.000 (sekitar Rp989 juta) dan SGD96.700 (sekitar Rp998 juta). Perbuatan itu dilakukan Taswin bersama Direktur Utama PT INTI Darman Mappangara.

    Taswin menyuap Andra agar PT INTI menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan semi baggage handling system (BHS) di kantor cabang PT AP II. Proyek itu diproyeksikan digarap PT Angkasa Pura Propertindo (APP) atau PT INTI.

    Uang suap diserahkan Taswin atas perintah Darman. Rasuah tersebut diberikan kepada Andra secara bertahap.

    Taswin memberikan uang senilai USD53 ribu di mal Plaza Senayan, Jakarta pada 26 Juli 2019 . Kemudian Taswin kembali memberikan fulus kepada Andra USD18 ribu pada 27 Juli 2019 di lobby Mall Lotte Avenue Kuningan, Jakarta.

    Uang USD18 ribu tersebut sebelumnya ditukarkan oleh Taswin di tempat penukaran valas di PT Ratumas Valasindo dengan uang sejumlah Rp253,62 juta.

    Taswin kembali menyerahkan uang, kali ini diterima supir Darman, Endang Suherman sejumlah SGD96.700. Penyerahan itu dilakukan di lobi center Mall Casablanca, Jakarta, pada 31 Juli 2019.

    Dalam pertimbangan hukuman yang memberatkan, perbuatan Taswin dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Dia sebagai perantara dengan memberikan sejumlah uang kepada Andra Yastrialsah Agussalam selaku Direktur Keuangan PT AP II yang merupakan penyelenggara negara. Sementara itu, hal yang meringankan hukuman, Taswin belum pernah dihukum dan memiliki tanggungan keluarga

    Taswin terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id