Yasonna Disuguhkan Data Priok Masa Kini yang Minim Kriminalitas

    Media Indonesia - 17 Januari 2020 23:51 WIB
    Yasonna Disuguhkan Data Priok Masa Kini yang Minim Kriminalitas
    Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas dengan latar depan kendaraan melintas di Tol Tanjung Priok di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (24/11/2019). Foto: Antara/Andika Wahyu
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni, menyarankan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menggunakan data terkini sebelum berkomentar miring soal Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sebelumnya, Yasonna dikritik karena mengecap Priok sebagai daerah yang masih identik dengan aksi kriminalitas.

    Sahroni tak menampik jika di masa lalu Priok adalah wilayah yang lekat dengan kemiskinan dan kriminalitas. Namun, beberapa tahun belakangan, kata dia, stigma buruk itu sudah berubah. Semua elemen masyarakat sadar bahwa Priok harus berubah.

    "Pak Menteri (Yasonna) mungkin sudah lama tidak berkunjung ke Priok, sehingga kurang bisa membandingkan wajah Priok di masa lalu dengan masa kini," kata Sahroni, (17/1).

    Politisi yang lahir, besar, dan hingga kini masih berdomisili di Priok ini kemudian menjabarkan bahwa sinergi antarelemen masyarakat telah mampu menekan angka kejahatan. Sebagai gambaran, kata Sahroni, Polres Jakarta Utara melaporkan terjadi konsistensi penurunan angka kriminalitas beberapa tahun terakhir. 

    Data terbaru, Polres Metro Jakarta Utara menangani 1.695 kasus tindak pidana sepanjang 2019. Menurun 7 persen dibandingkan dengan 2018 sebanyak 1.735 kasus tindak pidana.

    Data BPS terkait indeks kerawanan keamanan dan ketertiban juga berbanding terbalik dengan apa yang diidentikkan oleh Yasonna. Data itu mengungkap bahwa kriminalitas di Kelurahan Tanjung Priok 2019 lebih rendah dibandingkan dengan daerah Menteng, Jakarta Pusat. Priok berada di angka 12,83 persen, sedangkan Menteng 15,58 persen. 

    "Bisa ditarik simpulan, Priok lebih aman dibandingkan dengan Menteng," ujar dia.

    Semakin kondusifnya Priok dari sisi kriminalitas, menurut Sahroni, menciptakan geliat pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Pelaku usaha semakin berani berinvestasi.

    Salah satu sektor yang mewakili geliat perekonomian tersebut adalah sektor properti. Kecamatan Tanjung Priok saat ini memiliki tujuh komplek apartemen dan 18 kawasan elite. Hanya kalah dari kecamatan Kelapa Gading yang memiliki 10 kompleks apartemen dan 45 kawasan elite; juga Kecamatan Penjaringan yang memiliki 17 komplek apartemen dan 61 kawasan elite.

    "Logikanya sederhana, orang tidak akan mau berinvetasi kalau tidak aman,” ujarnya.

    Dan yang tak kalah penting, kata Sahroni, Pelabuhan Tanjung Priok masih menjadi pelabuhan tersibuk dan menjadi barometer perekonomian Indonesia. Lebih dari 30 persen komoditas nonmigas dan arus barang yang keluar maupun masuk ke Indonesia, melewati pelabuhan ini. 

    "Yang saya mau katakan lewat data-data ini adalah Priok sedang berbenah. Wajahnya tidak lagi seperti yang ada di benak Pak Yasonna. Semoga mindset beliau soal Priok bisa berubah dengan fakta dan data ini," kata Sahroni.

    Sebelumnya, saat berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyebut kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Dalam sambutannya, Yasonna membandingkan kehidupan di kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras, dengan kawasan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elite.
     
    "Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya, kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," sebut Yasonna, Kamis, 16 Januari.

    Saat disinggung soal kritikan atas pernyataannya, Yasonna justru tak merasa bersalah. Ia berbicara itu karena merasa sebagai profesor di bidang kriminologi yang tahu konteks.

    "Saya ini kriminolog. Profesor kriminologi. Jadi jelas apa yang saya sampaikan itu sesuai kaidah keilmuan saya. Jangan diputar balik," kata Yasonna di Yogyakarta, Jumat, 17 Januari.




    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id