Jaksa Konfirmasi Penyuap Politikus PDIP Soal 'Jatah Partai'

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Desember 2019 03:00 WIB
    Jaksa Konfirmasi Penyuap Politikus PDIP Soal 'Jatah Partai'
    Sidang pemeriksaan terdakwa Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung, - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez.
    Jakarta: Terdakwa kasus suap pengurusan izin impor bawang putih Zulfikar membenarkan adanya bantuan dari eks anggota Komisi VI DPR I Nyoman Dhamantra terkait izin tersebut. Hal itu disampaikan Dhamantra kepada terdakwa lainnya, Dody Wahyudi.

    Dhamantra diduga menawarkan kuota impor bawang putih. Karena partainya, PDIP, diduga memiliki jatah untuk melakukan impor itu.

    "Mengetahui I Nyoman berjanji akan membantu pengurusan kuota bawang putih kepada Dody Wahyudi dengan jatah milik partainya, betul?," tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Takdir Suhan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 5 Desember 2019.

    "Betul. Memang begitu," kata Zulfikar.

    Zulfikar mengakui bahwa terkait pengurusan izin itu, Dhamantra akan diberikan fee. Namun pengurusan itu akan dibantu melalui orang kepercayaan Dhamantra, Mirawati Basri.

    Dalam kasus ini, Zulfikar, Dody dan Direktur PT Cahaya Sakti Agro (CSA) Chandry Suanda alias Afung didakwa menyuap Dhamantra Rp3,5 miliar. Suap tersebut berkaitan dengan rangkaian proses izin impor bawang putih. Dhamantra disebut menerima commitment fee sebesar Rp2 miliar.

    Kasus ini berawal saat Chandry Suanda alias Afung, yang juga terdakwa dalam kasus ini bersama Dody berniat mengajukan kuota impor bawang putih pada 2018.

    Afung mengajukan sebagai perusahaan importir yang bekerja sama dengan PT Pertani sebagai penyedia wajib tanam 5 persen untuk memperoleh rekomendasi impor produk hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian. Kemudian PT CSA turut memperoleh surat persetujuan impor (SPI) bawang putih sebesar 20 ribu ton dari Kementerian Perdagangan.

    Awal 2019, Afung bernafsu kembali mengajukan kuota impor. Pada Januari 2019, Dody Wahyudi menemui Dhamantra guna menanyakan cara mengurus kuota impor bawang putih. 

    Afung, Dody dan Zulfikar didakwa melanggar Pasal 5 atau Pasal 13 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.




    (BOW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id