Pemberkasan Kasus Robertus Robet Dikebut

    Lukman Diah Sari - 08 Maret 2019 13:03 WIB
    Pemberkasan Kasus Robertus Robet Dikebut
    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: Medcom.id/Lukman Diah Sari)
    Jakarta: Tersangka kasus dugaan penghinaan terhadap TNI, Robertus Robert, dipulangkan polisi setelah diperiksa selama 14 jam usai upaya tangkap paksa. Penyidik kini fokus menyelesaikan pemberkasan Robertus. 

    "Tim Ditsiber masih melakukan proses pemberkasan. Penyidik akan melakukan secara profesional dan transparan untuk masyarakat," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Maret 2019. 

    Dedi melanjutkan penyidik belum berencana memanggil Robertus kembali. Lagipula, kata Dedi, penyidik masih melakukan verifikasi alat bukti yang dimiliki polisi.

    "Kalau untuk rencana tindak lanjut, (pemeriksaan) saksi-saksi untuk penyempurnaan berkas perkara," jelasnya. 

    Baca juga: Robertus Robet Tersangka Penghinaan Terhadap TNI

    Jenderal bintang satu itu menerangkan, saksi yang akan dipanggil adalah yang terkait dalam aksi Kamisan kala itu. Lantaran, dianggap terlibat langsung dalam peristiwa tersebut. 

    "Kan ada beberapa saksi, saksi yang terlibat langsung dalam suatu peristiwa dan yang mendengar, melihat, serta yang berada di lokasi akan dimintai keterangan," bebernya. 

    Sementara untuk keterangan saksi ahli, polisi menganggap sudah cukup. Saksi ahli yang dilibatkan yakni ahli pidana dan ahli bahasa. Pun dengan alat bukti, kata Dedi, sudah lebih dari dua bukti yang dimiliki.  

    "Pertama, dari bukti petunjuk mulai video yang sudah diidentifikasi Ditsiber hingga viral. Kedua, pemeriksaan saksi ahli pidana dan bahasa. Kemudian dilakukan upaya paksa oleh penyidik. Setelah itu dalam proses pemeriksaan, saudara R mengakui perbuatannya. Pengakuan tersangka menjadi tiga alat bukti untuk menetapkan (sebagai tersangka)," bebernya.

    Baca juga: Penangkapan Robertus Robet dari Laporan Masyarakat

    Aktivis Robertus Robet ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri, Rabu 6 Maret 2019 malam. Robet diduga menghina institusi TNI saat berorasi di aksi Kamisan di depan Istana Negara, pekan lalu.  

    Dalam video yang tersebar, Robet menyanyikan mars Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan mengubah lirik. Namun, Robet segera mengklarifikasi dan meminta maaf. 

    Atas perbuatannya, Robet disangka melanggar Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id