Tuntutan Hukum Terhadap Robertus Robet Diminta Dihapus

    Damar Iradat - 07 Maret 2019 16:39 WIB
    Tuntutan Hukum Terhadap Robertus Robet Diminta Dihapus
    Sejumlah aktivis di LBH Jakarta menuntut Robertus Robet dilepaskan dari jerat hukum - Medcom.id/Damar Iradat
    Jakarta: Kepolisian diminta menghapus tuntutan hukum terhadap dosen Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet. Aktivis itu diyakini tidak melakukan tindak pidana sebagaimana yang dituduhkan kepadanya. 

    “Bukan soal fisiknya dia (Robet) dilepas atau tidak saja. Tetapi tuntutan hukum terhadapnya juga menjadi fokus kami,” kata Peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Bivitri Susanti di Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 7 Maret 2019.

    Bivitri menjelaskan orasi Robet pada aksi Kamisan 28 Februari lalu tidak berniat menghina institusi TNI. Menurut dia, yang disampaikan Robet dalam orasinya sebatas refleksi . 

    Dalam refleksinya, menurut Bivitri, Robet justru mencintai TNI dalam artian mendorong TNI yang profesional. Sebab, Robet menilai penempatan TNI di luar fungsi pertahanan, yakni untuk mengisi jabatan sipil akan mengganggu profesionalitas TNI seperti masa Orde Baru.

    Bivitri menambahkan, lagu yang dinyayikan Robet tidak ditujukan kepada institusi TNI, melainkan ABRI pada masa Orde Baru. Lagu itu, kata dia, lebih merupakan kritik dan mengingatkan peran ABRI pada masa Orba yang terlibat dalam kehidupan politik praktis.

    (Baca juga: Aktivis Robertus Robet Dipulangkan)

    "Lagu yang dinyanyikan Robet merupakan lagu yang sering dinyanyikan oleh aktivis pada era 1990-an dan populer dinyanyikan di era reformasi sebagai bentuk pengingat bahwa peran politik ABRI pada era Orde Baru adalah sesuatu yang dapat mengganggu kehidupan demokrasi dan mengganggu profesionalisme militer,” kata dia.

    Robertus Robet sebelumnya ditangkap di rumahnya. Ia dibawa ke Mabes Polri atas tuduhan melanggar Undang-undang ITE terkait orasi dalam aksi damai Kamisan, 28 Februari lalu.

    Robet diduga melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2009 tentang ITE dan atau Pasal 14 ayat (2) jo Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

    Namun, kepolisian sudah memulangkan Robet. Tersangka kasus penghinaan terhadap TNI itu dipulangkan usai diperiksa selama hampir 14 jam.

    Karopenmas Divisi Humas Polisi Brigjen Dedi Prasetyo menyebut pemeriksaan terhadap Robet telah selesai. Namun, proses penyidikan oleh Direktorat Siber Bareskirm Mabes Polri atas kasus ini masih akan berlanjut.
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id