• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KKB di Papua Kerap Memalak

Whisnu Mardiansyah - 06 Desember 2018 15:06 wib
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo - Medcom.id/Ahmad Mustaqim.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo - Medcom.id/Ahmad Mustaqim.

Jakarta: Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua bukan saja menganggu jalannya proyek infrastruktur. Kelompok itu kerap memalak tim KTP-el Kemendagri saat sosialisasi ke daerah-daerah terpencil. 

"Kami sudah jemput bola di semua daerah di Papua di Papua Barat hanya di Papua itu ini mohon maaf saja kami juga harus bawa uang yang banyak setiap sekian kilo harus taruh ada kelompok yang nyetop untuk minta duit," beber Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Kelompok-kelompok ini, kata Tjahjo, meminta uang rata-rata dengan nominal Rp5 juta. Bukan satu atau dua kali, bahkan di setiap tiga kilometer perjalanan kelompok-kelompok serupa muncul.

"Saya kira enggak boleh terus-terusan terjadi. Saya sudah minta gubernur, bupati, wali kota, pemda di situ ada kepolisian dan TNI," ucap dia. 

Tjahjo ingin keberadaan kelompok-kelompok bersenjata ini ditumpas habis. Jangan sampai proyek pembangunan strategis nasional di Papua terhambat hanya karena gangguan keamanan. 

(Baca juga: Kompleksitas Masalah di Nduga Kerap Menimbulkan Gejolak)

"Soal keamanan ya kita sikat sama-sama, enggak boleh orang atau gerombolan pun yang mengganggu konsolidasi pembangunan infrastruktur yang ada di semua daerah," tutur dia.  

Ia melanjutkan insiden penembakan di Nduga, Papua sama sekali tak mengganggu proses sosialisasi pendataan penduduk jelang Pemilu Serentak 2019. Meski, ia mengakui, faktor geografis menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah. 

"Engga ada masalah. Memang Nduga sejak dulu urusan Pilkada ya ruwet. Saya kira karena faktor geografis, sosialisasi itu saja," pungkas dia. 






(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.