Tersangka Jiwasraya Fakhri Hilmi Ditahan

    Siti Yona Hukmana - 12 Oktober 2020 21:28 WIB
    Tersangka Jiwasraya Fakhri Hilmi Ditahan
    PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Fakhri Hilmi (FH), ditahan. Dia menyandang status tersangka dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak Kamis, 25 Juni 2020. 

    "Tersangka FH akan dilakukan penahanan dengan jenis penahanan rumah tahanan (rutan) dan akan ditempatkan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung (Kejagung) Hari Setiyono di kantornya, Senin, 12 Oktober 2020. 

    Menurut dia, penahanan baru dilakukan karena penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) mempertimbangkan syarat obyektif dan subyektif. Keputusan itu baru ditetapkan Senin ini. 

    "Penahanan dilakukan agar tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya," ujar Hari. 

    Hari menuturkan penetapan tersangka terhadap FH dilakukan setelah melalui serangkaian proses penyidikan. Hal ini meliputi pemeriksaan alat bukti, saksi, serta ahli yang dikaitkan dengan alat bukti dan lainnya. 

    Fakhri sempat menjabat sebagai kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal II A OJK periode Febuari 2014-Febuari 2017. Dia diduga mempunyai peranan di dalam pengawasan terhadap kegiatan pasar modal. 

    Dalam kasus ini, Fakhri diduga terlibat tindak pidana korupsi (tipikor) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Namun, Kejagung belum membeberkan pasal yang dipersangkakan. 

    Baca: Bos PT Himalaya Energi Jadi Tersangka Baru Kasus Jiwasraya

    Selain Fakhri, Kejagung menjebloskan Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa, Piter Rasiman (PR) ke dalam rutan. Dia baru ditetapkan menjadi tersangka.

    Piter diduga mendirikan perusahaan untuk menempatkan uang dari PT Asuransi Jiwasraya. Modusnya, perusahaan itu seolah-olah menjalankan kegiatan reksadana dengan nilai saham perlahan-lahan naik. Dia bekerja sama dengan terdakwa Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto.  

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id