Diduga Melecehkan Agama Hindu, Desak Made Bakal Dilaporkan ke Polisi

    Kautsar Widya Prabowo - 19 April 2021 15:52 WIB
    Diduga Melecehkan Agama Hindu, Desak Made Bakal Dilaporkan ke Polisi
    Ketua DPP KMHDI, I Putu Yoga Saputra. Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo



    Jakarta: Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) bakal melaporkan dosen sebuah perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta, Desak Made Darmawati, ke Bareskrim Polri. Desak diduga melecehkan agama Hindu.

    "Beliau mengatakan bahwa Hindu itu adalah agama yang budi akal, agama yang diakal-akali. Kemudian beliau mengatakan juga agama Hindu itu suka mengundang setan melalui sajen," ujar Ketua DPP KMHDI, I Putu Yoga Saputra, di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 19 April 2021.

     



    Desak juga menyebut Bali merupakan salah satu tempat setan terbesar di antara India dan Tiongkok. KMDI telah membahwa sejumlah barang bukti untuk memperkuat laporan itu.

    "Ada video, ada bukti beredarnya video di sosial media, kemudian data pribadi beliau, kemudian ada berkas lain," beber dia.

    Putu meminta polisi tetap memproses hukum Desak. Meski, Desak telah menyampaikan permohonan maaf. Dia menilai pernyataan Desak telah melanggar hukum.

    (Baca: Menag Desak Pelaku Pelecehan Agama Diproses Hukum Meski Minta Maaf)

    "Itu adalah penistaan yang beliau telah lakukan. Jadi kita juga berhak untuk menuntut hal tersebut. Kita sebagai umat beragama dan warga negara kita sudah memaafkan, tidak masalah, tapi hukum tetap berjalan," tegas dia.

    Bareskrim Polri belum dapat menerima laporan tersebut. KMDI diminta melengkapi sejumlah berkas, terutama terkait legalitas organisasi.

    "Berkas enggak ditolak, kita melengkapi untuk berkas administrasi. Kita akan datang lagi besok," tutur Putu.

    Video berisi ceramah Desak Made Darmawati yang dinilai menistakan agama Hindu menyebar di berbagai platform media sosial beberapa hari terakhir. Dalam video, Desak menceritakan pengalamannya menganut agama Hindu beberapa tahun lalu.

    Kendati memicu polemik, dosen kewirausahaan itu mengaku tak bermaksud menistakan atau merendahkan ajaran Hindu. Ia telah menyampaikan permintaan maaf pada Sabtu, 17 April 2021.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id