Pejabat Kejagung Tersangka Kasus Kebakaran Diperiksa Pekan Depan

    Siti Yona Hukmana - 28 Oktober 2020 16:23 WIB
    Pejabat Kejagung Tersangka Kasus Kebakaran Diperiksa Pekan Depan
    Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono. Medcom.id/Siti Yona
    Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri telah mengagendakan kembali pemeriksaan Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung (Kejagung), NH. Dia bakal diperiksa sebagai tersangka terkait kebakaran Gedung Utama Kejagung.

    "NH akan dilakukan pemanggilan ulang pada Senin, 2 November 2020," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 28 Oktober 2020.

    NH absen pada panggilan pertama, Selasa, 27 Oktober 2020. Dia tidak hadir dengan alasan sakit.

    Penyidik telah memeriksa tujuh tersangka lainnya. Mereka yani Direktur PT APM, R. Kemudian, lima tukang, T; H; S; K; IS; dan mandor, UAM.

    "Pemeriksaan dilakukan pukul 10.30 WIB sampai pukul 19.30 WIB, tujuh tersangka kooperatif dan atas jaminan pengacara sehingga penyidik tidak melakukan penahanan," ujar Awi.

    Penyidik gabungan telah memeriksa 131 orang saksi terkait kasus ini. Sebanyak 64 orang merupakan saksi kunci. Mereka melihat, mendengar, dan mengetahui peristiwa kebakaran di Kejagung. Puluhan orang itu meliputi petugas kebersihan, tukang, hingga pegawai Kejagung.

    Penyidik juga memeriksa 10 saksi ahli. Keterangan saksi ahli untuk memperkuat analisa pendapat dari penyidik.

    (Baca: Fakta Baru PT APM di Tengah Kasus Kebakaran Gedung Kejagung)

    Hasil penyidikan diketahui titik api berasal dari lantai 6 Ruang Biro Kepegawaian. Sumber api dari bara rokok yang mengakibatkan terjadinya open flame atau api menyala terbuka.

    Polisi memastikan rokok milik kelima tukang yang bekerja di lantai 6. Mandor turut menjadi tersangka karena lalai mengawasi para tukang.

    Sementara itu, pejabat Kejagung NH dinilai lalai dalam penyediaan minyak pembersih merek Top Cleaner. NH tidak mengecek terlebih dahulu kandungan dari minyak pembersih sebelum digunakan petugas kebersihan.

    Dampaknya, minyak yang mengandung fraksi solar itu memicu api menjalar cepat ke seluruh Gedung Utama Kejagung. Kebakaran menimbulkan kerugian hingga Rp1,2 triliun.

    Sementara itu, R menjadi tersangka karena memberikan barang yang tidak memiliki izin edar kepada Kejagung. Ahli kesehatan menyebut ada pelarangan penggunaan bahan berbahaya terhadap semua gedung.

    Kedelapan tersangka bertanggung jawab atas kebakaran gedung Kejagung. Mereka dijerat Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara. 

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id