228 Teroris Ditangkap Sepanjang 2020

    Siti Yona Hukmana - 22 Desember 2020 12:53 WIB
    228 Teroris Ditangkap Sepanjang 2020
    Kapolri Jenderal Idham Azis/Istimewa.



    Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis menyebut Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror telah menangkap ratusan teroris sepanjang 2020. Proses hukum para teroris beragam, mulai penyidikan hingga menjalani masa hukuman.

    "Totalnya sebanyak 228 tersangka tindak pidana terorisme telah kita tangkap sepanjang 2020," kata Idham dalam rilis akhir tahun 2020 secara virtual yang disiarkan dari Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 22 Desember 2020. 






    Idham memerinci, 146 kasus masih dalam proses penyidikan. Kemudian, 70 pelaku telah memasuki tahapan persidangan. Sementara itu, dua orang telah menjalani sidang dan 10 orang telah menjalani masa tahanan.

    "Ada dua buronan teroris ditangkap," ujar mantan Kapolda Metro Jaya itu.

    Idham mengatakan 23 teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) termasuk dalam ratusan pelaku yang ditangkap. Sebanyak dua di antaranya merupakan pelaku yang telah dikejar selama belasan tahun.

    Baca: Pemerintah Diminta Waspadai Gerakan Teroris Lone Wolf

    Salah satunya, Upik Lawanga, pelaku tindak pidana terorisme di Indonesia sejak 2004-2006. Dia adalah pelaku Bom Gor Poso, Bom Tentena, Bom Pasar Sentral. Dia masuk daftar pencarian orang (DPO) selama 14 tahun.

    Kemudian Zulkarnain, pelaku Bom Bali I yang menjadi buron selama 19 tahun. Zulkarnain berperan sebagai perakit high explosive bomb dan senjata api yang memiliki kemampuan militer.

    Idham membeberkan laporan akhir tahun 2020 mengenai hasil operasi kepolisian terkait perburuan kelompok kriminal bersenjata (KBB). Di antaranya, Operasi Tinombala I dan II. 

    Operasi Tinombala merupakan kegiatan TNI-Polri yang dibentuk pada 2016 untuk memburu KKB di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Operasi ini digwangi 681 personel kepolisian.

    Lalu, Operasi Nemangkawi I dan II. Operasi tersebut  merupakan operasi kemanusiaan kepolisian dengan melakukan kegiatan Binmas Noken kepada masyarakat Papua. Operasi ini dikerjakan 842 personel kepolisian. 

    Idham menyebut sepanjang 2020 dalam Operasi Tinombala telah menangkap empat KKB jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Mereka yang ditangkap antara lain, Reinaldi Dai, Anwar Darwin, Gobel, Rajif Gandi Sabban, dan Amirudin Rahmad Padja.

    Selain itu, Satuan Tugas Tinombala membuat dua anggota MIT menyerahkan diri. Mereka ialah Syarifudin Thalib dan M Firmansyah.

    Sementara itu, personel Operasi Nemangkawi I dan II telah menangkap 33 KKB di wilayah Papua. Operasi ini juga menangkap para pelaku demo anarkis di Wamena beberapa waktu lalu.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id