Bos Kontraktor Proyek Backbone Bakamla Divonis Penjara 5 Tahun

    Antara - 16 Oktober 2020 13:19 WIB
    Bos Kontraktor Proyek <i>Backbone</i> Bakamla Divonis Penjara 5 Tahun
    Ilustrasi putusan persidangan. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Direktur Utama PT Compact Microwave Indonesia Teknologi (PT CMI Teknologi) Rahardjo Pratjihno divonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan. Hakim menyatakan Rahardjo terbukti melakukan korupsi proyek di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Tahun Anggaran 2016.

    Proyek tersebut ialah pengadaan backbone coastal surveillance system (BCSS) yang terintegrasi dengan Bakamla Integrated Information System (BIIS). Korupsi ini telah merugikan keuangan negara sebesar Rp63,829 miliar.

    "Terdakwa Rahardjo Pratjihno terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum, bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," kata Ketua Majelis Hakim Muslim di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Dia terbukti melakukan rasuah sesuai dakwaan primer Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Rahardjo juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti sebesar Rp15,14 miliar sesuai dengan keuntungan yang ia terima.

    Baca: Rahardjo Pratjihno Dituntut 7 Tahun Penjara

    Vonis tersebut lebih rendah ketimbang tuntutan 7 tahun penjara ditambah denda Rp600 juta subsider 6 bulan kurungan dari jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantan Korupsi (KPK). Putusan uang pengganti itu juga jauh lebih rendah jika dibandingkan tuntutan uang pengganti Rp60,32 miliar.

    Hakim menyatakan Rahardjo dan PT CMI Teknologi menikmati keuntungan sebesar Rp60,329 miliar dan memperkaya orang lain, yaitu bekas Staf Khusus Bidang Perencanaan dan Keuangan Bakamla Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sebesar Rp3,5 miliar.

    Terhadap putusan tersebut baik Rahardjo maupun JPU KPK menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari.
     

    Kronologi rasuah backbone Bakamla

    Pada Maret 2016, Rahardjo mengusulkan kepada Kepala Bakamla saat itu, Arie Soedewo, dan Kepala Pengelolaan Informasi Marabahaya Laut (KPIML) Bakamla Arief Meidyanto membuat jaringan backbone independen yang terhubung dengan satelit. Jaringan tersebut digunakan untuk pengawasan keamanan laut atau backbone surveillance yang terintegrasi dengan BIIS.

    Bakamla mengajukan anggaran Rp400 miliar di Rancangan APBN Perubahan TA 2016 untuk pengadaan proyek tersebut. Ali Fahmi lalu berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Direktorat Jenderal Anggaran dan Kementerian Keuangan sebelum anggaran dibahas di Komisi I DPR.

    PT CMI Teknologi lantas keluar sebagai pemenang lelang pekerjaan pengadaan "BCSS yang terintegrasi dengan BIIS" Bakamla TA 2016 dengan nilai penawaran Rp397,006 miliar. Namun, pada Oktober 2016, Kemenkeu hanya menyetujui anggaran BCSS tersebut sebesar Rp170,579 miliar.

    PT CMI Teknologi lalu menunjuk 11 perusahan subkontraktor untuk pembelian sejumlah barang yang termasuk pekerjaan utama. Hingga batas akhir 31 Desember 2016, Rahardjo tidak dapat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Sejumlah alat bahkan baru dapat dikirim dan dipasang pada pertengahan 2017.

    PT CMI Teknologi tetap dibayar sebesar Rp134,416 miliar. Namun, biaya pelaksanaan proyek hanya sebesar Rp70,587 miliar. Terdapat selisih sebesar Rp63,829 miliar yang merupakan keuntungan dari pengadaan proyek itu.

    Nilai keuntungan tersebut dikurangi dengan pemberian kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi sebesar Rp3,5 miliar. Kekayaan Rahardjo selaku pemilik PT CMI Teknologi bertambah Rp60,329 miliar.

    Pengadaan backbone yang dilaksanakan PT CMI Teknologi tersebut tidak dapat digunakan sesuai tujuan karena sistemnya belum berfungsi dengan baik. Hal ini tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan fisik oleh Tim Ahli Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya pada 29 Oktober 2019.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id