Cai Changpan Diduga Hidup di Hutan Jasinga dan Tenjo selama Kabur

    Yurike Budiman - 17 Oktober 2020 17:58 WIB
    Cai Changpan Diduga Hidup di Hutan Jasinga dan Tenjo selama Kabur
    Foto Cai Changpan alias Cai Ji Fan yang disebar polisi saat dilaporkan kabur dari Lapas Tangerang Banten. Dok. Polda Metro Jaya
    Jakarta: Terpidana mati kasus narkoba Cai Changpan alias Cai Ji Fan diduga hidup di kawasan Hutan Jasinga dan Hutan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, selama dalam pelarian. Dia disebut sering terlihat di pabrik pembakaran ban Hutan Jasinga sebelum ditemukan tewas gantung diri di tempat yang sama.

    "Bukan sering dalam arti kata setiap saat, tidak. Dia datang ke sana pada malam hari saja," terang Yusri, Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Menurut warga sekitar, Cai Changpan kerap terlihat keluar masuk hutan sekadar membeli makanan. Dia juga diyakini berkeliaran di Hutan Tenjo, tempat istrinya tinggal.

    "Pagi hingga malam hari dia sering masuk ke Hutan Tenjo, karena dekat dengan kediaman dia sendiri," kata Yusri.

    Baca: Cai Changpan Tewas Gantung Diri di Hutan Jasinga Bogor

    Yusri menyebut Cai Changpan menguasai hutan tempat pelariannya itu. Buron asal China itu memiliki keahlian khusus yang didapat saat menjadi Tiongkok, negara asalnya.

    Cai Changpan disebut sering berburu di Hutan Tenjo dan mengenal medan. Hal ini yang membuat polis sempat sulit mengendus lokasi tahanan yang kabur dari Lapas Tangerang Banten itu.
     
    Chai Cangpan ditemukan tewas sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu, 17 Oktober 2020. Dia bunuh diri di dalam sebuah pabrik pembakaran ban di kawasan Hutan Jasinga yang bersebelahan dengan Hutan Tenjo.

    Baca: Warga Tenjo Tak Tahu Cai Changpan Sedang Dicari Polisi

    Chai Changpan sempat menemui istrinya dan memasuki pemukiman warga, di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut dikuatkan dari keterangan beberapa warga yang melihat dan menyampaikan kepada Ketua RT 01 Desa Cilaku, Pendi, 67.

    "Cai Changpan sempat pulang kerumah istrinya yang berada di Desa Cilaku, Senin pagi, 5 Oktober 2020. Tapi saya tidak melihat dia karena ketika dia pulang hanya mampir sebentar," kata Pendi saat dihubungi Medcom.id, Kamis, 8 Oktober 2020.

    Terpidana hukuman mati itu kabur dari Lapas Kelas 1 Tangerang pada Senin malam, 14 September 2020. Cai Changpan melarikan diri dengan melubangi kamar tahanan sampai gorong-gorong di belakang lapas.
     
    Lubang sepanjang 30 meter itu dibuat selama delapan bulan. Cai sebelumnya disebut menggali lubang menggunakan alat dari lokasi pembangunan dapur di lapas.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id