Modus Benny Tabalujan 'Caplok' Tanah Orang

    Zaenal Arifin - 16 Oktober 2020 17:07 WIB
    Modus Benny Tabalujan 'Caplok' Tanah Orang
    Ilustrasi pemeriksaan. Medcom.id
    Jakarta: Mafia tanah Benny Simon Tabalujan menggunakan sertifikat tanah palsu untuk mengambil tanah orang lain. Modus ini diduga dilakukan di sejumlah wilayah.

    "Modus operandi yang dilakukan sama. Yang berbeda cuma bendera nama perusahaan yang melakukan aksi manipulasinya," kata Kanit V Subdit 2 Harta Benda (Harda) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Ipik Gandamanah, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2020.

    Salah satu korban, Edy Kartono, mengungkapkan memiliki tanah di Jalan Cakung Cilincing, Cakung Timur, seluas 8.150 meter persegi. Edy membeli tanah tersebut dari ahli waris Haji Dirham, Hj Icih. Pembelian dengan bukti surat girik C Nomor 2163.

    BPN Jakarta Timur telah menerbitkan surat yang menerangkan tanah belum ada status kepemilikan atas nama orang lain tertanggal 31 Desember 2013. Surat itu diteken Kepala Kantor Pertanahan BPN Jakarta Timur, Lukman Hakim.

    "Ada banyak bangunan semi permanen seperti tempat karaoke, panti pijat, cafe, dan tambal ban. Tapi saya sudah minta tolong supaya bisa dibersihkan," beber Edy.

    (Baca: Mafia Tanah Benny Tabalujan Diduga Palsukan Sertifikat di Sejumlah Wilayah)

    Setelah bersih, Edy merapikan tanah, membuat pagar, dan menempatkan orang untuk menjaga kawasan itu. Dia menjadikan lahan parkir sejumlah kontainer miliknya.

    "Lalu, gangguan dari keluarga Tabalujan mulai muncul. Keluarga Tabalujan tiba-tiba mengakui tanah melalui bendera PT Pactum Serva," beber Edy.

    Benny mengaku sebagai pemilik tanah merujuk enam Sertifikat Hak Guna Bangunan. Hj Icih sebagai pemilik pertama kemudian melaporkan kasus itu kepada Polres Jaktim pada 2014.

    Polres Jaktim sudah meminta penjelasan kepada kantor pelayanan pajak daerah Cakung untuk mengusut kepemilikan tanah merujuk data base Sistem Informasi Objek Pajak (SISMIOP). Hasilnya, Kantor unit pajak daerah Cakung menjelaskan klaim tanah PT Pactum Serva berbeda dengan milik Hj Icih, yang sudah dijual ke Edy Kartono.

    Berdasarkan hasil verifikasi lapangan Nomor 44/-1.722/LHP/P2/2015 tanggal 26 Februari 2015 ditemukan lokasi berdasarkan NOP berbeda. NOP 31.72.060.005.006.0685.0 berupa tanah kosong yang digunakan sebagai pool truk kontainer. Sedangkan, NOP 31.72.060.005.005.018.0753.0 yang diklaim Benny berupa tanah kosong.

    Hal serupa menimpa Haji Abdul Halim pemilik tanah seluas 7,7 hektare. Benny Tabalujan menggunakan nama PT Salve Veritate buat mencaplok tanah Abdul Hakim.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id