Bibit 'Raja OTT' Mekar di KPK

    Candra Yuri Nuralam - 17 September 2021 05:31 WIB
    Bibit Raja OTT Mekar di KPK
    Ilustrasi penyidik KPK/Istimewa.



    Jakarta: Kepala satuan tugas (Kasatgas) nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Harun Al-Rasyid menjadi salah satu pegawai yang dipecat dengan hormat pada 30 September 2021. Sebelum pemecatan berlangsung, anggota tim pimpinan Harun mencetak prestasi.

    Prestasinya yakni operasi tangkap tangan (OTT) di Kalimantan Selatan. Harun melihat bibit 'raja OTT' di operasi senyap itu.

     



    "Cara bekerja senyap dengan infiltrasi yang kedap dan menusuk, ditopang dengan informan yang handal sudah melekat di satgas 'raja OTT' ini," kata Harun melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 September 2021.

    Baca: Plt Kadis PUPRP Hulu Sungai Utara Patok Fee 15% dari Proyek Irigasi

    Harun mengaku bangga rekan satu tim bisa bekerja dengan baik tanpa dirinya. Dia yakin tahta 'raja OTT' tidak akan pudar setelah dia pergi dari Gedung Merah Putih KPK.

    "Alhamdulillah, anak-anak bisa menterjemahkan dan mentransformasikan apa yang sudah diwariskan oleh saya," ujar Harun.

    Dia bercerita sedikit dengan kinerja rekan-rekannya saat membidik orang di Kalimantan Selatan. Menurut Harun, tim itu berangkat pada Senin, 13 September 2021.

    Harun masih memantau pergerakan mereka selama di Kalimantan Selatan. Bahkan, dia sempat mengecek informasi dan kondisi tim itu saat tangkap tangan berlangsung yakni pada Rabu, 15 September 2021.

    Harun melihat rekan-rekannya sudah mulai ditugaskan menangkap orang tanpa dirinya. Pasalnya, tidak ada nama Harun dalam surat perintah penyelidikan (sprinlidik) OTT di Kalimantan Selatan.

    "Nama saya sudah tidak dicantumkan dalam sprinlidik kali ini karena sudah dinonaktifkan," ucap Harun.

    Sebanyak 57 pegawai KPK yang gagal dalam TWK dipecat dengan hormat dalam waktu dekat. Mereka bekerja sampai akhir bulan ini.

    "Memberhentikan dengan hormat kepada 51 orang pegawai kpk yang dinyatakan tidak memenuhi syarat per tanggal 30 September 2021," kata Wakil Ketua KPK Alexandre Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 15 September 2021.

    Alex mengatakan ada tambahan enam orang pegawai yang ikut dipecat. Mereka semua ikut didepak dari KPK karena tidak mau ikut pelatihan bela negara.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id