comscore

Kompolnas: Polisi Geledah HP Tanpa Surat Perintah Keliru

Siti Yona Hukmana - 20 Oktober 2021 11:37 WIB
Kompolnas: Polisi Geledah HP Tanpa Surat Perintah Keliru
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyikapi tindakan Aipda Monang Parlindungan Ambarita yang membenarkan penggeledahan handphone (HP) masyarakat sebagai pemeriksaan identitas. Sikap Ambarita dinilai keliru.

"Terkait tindakan anggota kepolisian yang langsung ambil HP milik orang lain tanpa ada dasar hukum dan surat perintah, itu keliru," kata juru bicara Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Rabu, 20 Oktober 2021.
Pemeriksaan telepon genggam harus sesuai prosedur. Bahkan, kata Poengky, dalam kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP) penyitaan barang yang diduga berkaitan dengan kejahatan harus seizin pengadilan.

"Pemeriksaan juga harus ada surat perintah. Tidak boleh main ambil begitu saja. Harus ada sangkaannya dulu," ujar Poengky.

Poengky meminta seluruh anggota Polri berhati-hati dalam melaksanakan tugas. Aparat diminta tetap mengedepankan profesionalitas, jaga sopan santun, dan jangan menunjukkan arogansi.

"Polisi itu tugasnya melayani, mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum guna mewujudkan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas)," ungkap komisioner Kompolnas itu.

Baca: Aipda Ambarita Diduga Langgar SOP Penggeledahan

Menurut dia, Polri tidak hanya diawasi pengawas internal dan eksternal seperti Kompolnas. Melainkan juga masyarakat melalui gawai pintarnya. Tindakan polisi yang arogan dan represif bisa terekam dan diunggah ke media sosial untuk diviralkan.

"Jika ada pelanggaran, maka yang dipertaruhkan adalah nama baik institusi. Ibarat karena nila setitik, rusak susu sebelanga," kata Peongky.

Peongky meminta Polri menindaklanjuti video viral di Twitter yang merekam penggeledahan HP remaja. Remaja yang menjadi korban pun diminta melapor ke Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya.

"Agar Propam dapat melakukan pemeriksaan," ucap Poengky.

Sebelumnya, viral di media sosial Twitter seorang remaja tidak terima telepon genggamnya diperiksa Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Rustamaji pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Remaja itu menyebut informasi dalam HP rahasia pribadi. Selain itu, dia tidak melakukan kejahatan.

Aipda Ambarita lalu datang menjelaskan penggeledahan ponsel satu wewenang kepolisian dalam pemeriksaan identitas. Ambarita kemudian menanyakan undang-undang privasi kepada remaja tersebut. Bahkan, dia menantang pemuda itu untuk adu data siapa benar dan salah dalam pemeriksaan ponsel.

"Tugas polisi memeriksa identitas, enggak dibuat di situ memeriksa KTP, tapi identitas. Tahu kau definisi identitas. Nah, pengenalan identitasnya ini (HP). Harus tahu kami siapa kau, kalau ada rencana pembunuhan di situ (HP), emang saya kenal dengan kau," kata Ambarita dengan nada dan gestur menyudutkan.

Aipda Ambarita geram dengan remaja itu karena mempermasalahkan pemeriksaan HP. Padahal, dia dan anggotanya tidak mempermasalahkan soal SIM dan STNK.

"Kau masalah kecil saja kau permasalahkan. Biar saya ajarin kau. Makanya kau belajar, kalau kau pernah nonton cari datanya apa sih kayak gini, belajar kau, jangan bola aja tonton kau. Orang Indonesia itu harus pintar, jangan katanya-katanya. Kalau enggak ada datanya little knowledge could be dangerous, sedikit pengetahuan mu akan berbahaya," kata Ambarita sambil teriak marah-marah.

Ambarita dipindah menjadi bintara bidang humas Polda Metro Jaya. Dia sebelumnya bertugas sebagai bintara unit (banit) 51 Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur. Mutasi Ambarita tertuang di Surat Telegram (ST) Nomor: ST/458/X/KEP./2021 tertanggal 18 Oktober 2021.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id