Legislator Desak Moratorium Penggunaan Otopet Listrik

    Eko Nordiansyah - 21 November 2019 01:15 WIB
    Legislator Desak Moratorium Penggunaan Otopet Listrik
    Ilustrasi. Warga memanfaatkan pelayanan sewa skuter listrik di kawasan Menteng, Jakarta. Foto: Antara/Risky Andrianto.
    Jakarta: Anggota Komisi III DPR RI Luqman Hakim menyarankan agar pemerintah melakukan moratorium penggunaan otopet listrik di ranah publik seperti yang dilayani secara komersial oleh Grab melalui, Grabwheels. Hal itu perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kejadian yang dapat membahayakan keselamatan pengguna skuter listrik maupun pengguna jalan lainnya.

    "Sebelum diterbitkannya aturan teknis yang jelas, masyakarat dan operator layanan ini tidak boleh menggunakannya di ranah publik. Jika masih ada yang melanggar, mereka harus ditindak tegas sesuai Undang-Undang Lalu Lintas," kata dia usai menghadiri Rapat Kerja antara Komisi III DPR dengan jajaran Kepolisian RI, Rabu, 20 November 2019.

    Menurut dia, pemerintah perlu melakukan antisipasi terhadap sesuatu yang bisa menjadi tren di masa depan yang dilakukan secara masif. Apalagi beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa dua orang pengguna skuter listrik, sehingga bisa menjadi dasar pertimbangan diterbitkannya aturan segera.

    "Jangan sampai suatu saat nanti, ketika ini sudah menjadi tren yang masif, pemerintah seperti tergagap dengan adanya kasus yang ditimbulkan dari penggunaan skuter listrik yang tanpa aturan keselamatan yang jelas," ungkapnya.

    Usulan itu juga sempat dilontarkan Luqman di forum Raker dengan Kapolri beserta jajarannya. Dia merujuk kepada Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nomor 22 tahun 2009 yang mengkategorikan skuter listrik ini sebagai kendaraan bermotor. Oleh karena itu, dia mengatakan penggunaannya pun harus patuh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama dari sisi jaminan keselamatan bagi penggunanya.

    "Misalnya, ada aturan yang memuat di mana dia harus beroperasi, lalu harus ada izin yang jelas dan di mana harus didaftarkannya. Sesuai aturan keselamatan dalam berkendara roda dua, misalnya dia harus memakai helm, pelindung lutut, dan sebagainya. Selain itu, saya juga mengusulkan agar kecepatannya diatur. Karena jika tidak, dapat membahayakan diri penggunanya maupun pengguna jalan lainnya," jelas dia.

    Menanggapi usulan Luqman tersebut, Kapolri Idham Aziz dalam raker mengatakan pihak kepolisian telah dengan sigap menangkap pelaku yang menabrak enam pengguna layanan skuter listrik Grabwheels pada 10 November lalu. Dua di antara enam korban meninggal dunia. 

    "Kami juga akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menanggapi masalah (skuter listrik) tersebut,” katanya.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id