Kejagung Tahan Benny Tjokrosaputro dan Eks Direktur Keuangan Jiwasraya

    Juven Martua Sitompul - 14 Januari 2020 18:27 WIB
    Kejagung Tahan Benny Tjokrosaputro dan Eks Direktur Keuangan Jiwasraya
    Kejaksaan Agung. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Kejaksaan Agung menetapkan Komisaris PT Hanson Internasional Tbk Benny Tjokrosaputro dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya, Harry Prasetyo, sebagai tersangka kasus gagal bayar kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk. Keduanya pun sudah ditahan.

    Keduanya digiring keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 Januari 2020, pukul 17.21 WIB. Mereka digiring bergiliran dan dibawa mobil tahanan secara terpisah. Keduanya menggunakan rompi oranye tanpa diborgol.

    Kasus Jiwasraya bermula dari laporan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi. Perkara itu diduga terjadi sejak 2014 sampai 2018.
     
    Jiwasraya melalui unit kerja pusat bancassurance dan aliansi strategis menjual produk JS Saving Plan. Persentase bunga tinggi ditawarkan berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi sebesar Rp53,27 triliun.
     
    Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio risk based capital (RBC) minimal 120 persen. RBC mengukur tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur minimal batas RBC sebesar 120 persen.
     
    Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Hal ini mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi Rp1 triliun, dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Jadi, total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.
     
    Saat ini, ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya satu perusahaan dengan penawaran terbaik dipilih menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.
     
    Jiwasraya Putra membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng badan usaha milik negara (BUMN) seperti PT Bank Tabungan Negara, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id