Jubir KPK Tak Ciut Dilaporkan ke Polisi

    Juven Martua Sitompul - 29 Agustus 2019 15:24 WIB
    Jubir KPK Tak Ciut Dilaporkan ke Polisi
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. ANT/Aprilio Akbar.
    Jakarta: Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah tak ambil pusing namanya dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Febri dan KPK bakal terus mengawal proses seleksi calon pimpinan (capim) periode 2019-2024.

    “Kalau ada upaya-upaya untuk memperlemahkan atau menghambat pengawalan publik terhadap proses seleksi ini, maka hal tersebut tidak boleh mengganggu upaya-upaya kita semua, jadi kita akan tetap berjalan terus,” kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Febri mengaku belum menerima informasi resmi dari kepolisian terkait pelaporan tersebut. Dia yakin Polri bakal menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional.

    “Jadi silakan saja kami tidak terlalu khawatirkan hal tersebut, tapi yang perlu diingat adalah upaya untuk mengawal proses seleksi ini akan terus dilakukan,” kata Febri.

    Febri menegaskan catatan hitam beberapa nama dari 20 capim yang lolos tahap profil asesmen didukung fakta dan mengandung nilai kebenaran. Bahkan, kata dia, catatan kelam sejumlah nama kandidat pimpinan Lembaga Antirasuah itu telah diserahkan ke panitia seleksi (pansel).

    “KPK sudah menyampaikan secara lisan di depan pansel bahwa kami mengundang pansel untuk bisa melihat data-data yang ada,” tegasnya.

    Hal senada disampaikan Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati. Bagi Asfinawati, mengawal proses capim KPK lebih penting daripada mengomentari pelaporan tersebut.

    “Jadi kita harus fokus kepada pemilihan calon pimpinan KPK yang diproses oleh pansel dan laporan-laporan seprti ini bukan hal yang baru dan pertama kali,” kata Asfinawati.

    Asfinawati justru tertarik menelusuri benang merah dari pelaporan itu. Dia menduga pelaporan erat dengan kepentingan seleksi capim KPK jilid V.

    “Yang menarik adalah mendalami ini pelapor ini memiliki hubungan kepada siapa sehingga kita tahu kepentingan siapa yang sedang terganggu, dan coba dibawa oleh pelapor ini,” pungkasnya.

    Seorang pemuda mengatasnamakan kawal KPK dan Masyarakat DKI Jakarta melaporkan Febri, Asfinawati dan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo ke polisi. Ketiganya dituduh menyebarkan berita bohong terkait rekam jejak capim KPK.

    Laporan terdaftar dalam nomor laporan polisi LP/5360/VIII/2019/Dit. Reskrimsus tanggal 28 Agustus 2019. Ketiganya dilaporkan melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45 Ayat (2) Jo Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).




    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id