Masyarakat Diminta Hati-hati Cari Kerja di Medsos

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 26 Januari 2020 21:45 WIB
    Masyarakat Diminta Hati-hati Cari Kerja di Medsos
    Ilustrasi media sosia. Foto: Getty Images
    Jakarta: Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan masyarakat berhati-hati pada portal pencarian kerja di media sosial. Ini merespons terjadinya kasus perdagangan orang di Penjaringan Jakarta Utara dengan modus pencarian kerja di media sosial.

    “Hati-hati serta memastikan portal yang menginformasikan lowongan kerja aman dan dapat dipertanggungjawabkan, tidak mudah diiming-iming dan bujuk rayu pada pekerjaan yang belum jelas,” kata Komisioner KPAI bidang Trafficking dan Eksploitasi Ai Maryati Solihah di Jakarta, Minggu, 26 Januari 2020.

    Maryati menuturkan korban di bawah umur yang diekploitasi buat bisnis prostitusi direkrut melalui modus pegawai restoran, toko kosmetik hingga penjaga toko busana. Mereka tak ditawarkan kegiatan transaksi seksual. 

    “Namun saat mereka datang, dipaksa harus mengikuti perintah “Mami”, semua alat komunikasi dirampas, 2 bulan pertama tidak dibayar, dan semua kebutuhan korban yang diberikan menjadi hutang,” kata dia. 

    Maryati meminta orang tua mendampingi dan mengawasi anak yang menggunakan media sosial. KPAI mendorong pelaku dijerat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang 
    Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan penjara maksimal 15 tahun.

    "Serta denda untuk efek jera di masyarakat,” kata dia. 

    Polda Metro Jaya membongkar bisnis prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Penjaringan, Jakarta Utara. Enam orang diduga sindikat jasa prostitusi anak di bawah umur ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.
     
    Enam pelaku yang ditangkap berinisial R atau A, T atau A, D alias F, TW, A, dan E. Keenamnya mempunyai peran yang berbeda.
     
    Korban prostitusi dieksploitasi berlebihan di kafe remang-remang. Mereka dipaksa melayani minimal 10 lelaki hidung belang dalam sehari.

    Saat ini, korban sedang menjalani pemulihan rehabilitasi psiko-sosial untuk kesehatan fisik. Terutama kesehatan reproduksi, psikis, dan psikologis.




    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id